Rabu , | WIB

Rabu, 11 April 2018 - 21:45:07 WIB
LAPORAN MASYARAKAT DESA KOTAKEO II KABUPATEN NAGEKEO, NTT TERKAIT DUGAAN KORUPSI
Nusantara - Dibaca: 469 kali


Intelijenpost.com

PENGELOLAAN DANA ADD DAN DD OLEH KEPALA DESA

Nagekeo, NTT. Intelijenpost.com

Sesuai menurut laporan masyarakat Desa Kotakeo II, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT. Terkait adanya dugaan korupsi yang dilakukan oleh kepala Desa tersebut mengenai pengelolaan dana ADD dan DD serta PPIP sejak tahun 2014 -2015 -2016 ditangani langsung oleh kepala desa itu sendiri.

Setelah mendapat laporan dari masyarakat wartawan Intelijenpost.com langsung datang kedesa tersebut mengadakan investigasi sekaligus mengumpulkan data, serta konfirmasi dengan warga masyarakat didesa tersebut yang namanya tidak mau dipublikasikan mengatakan ada beberapa pokok persoalan didesa tersebut yang tidak transparan dan patut dicurigai adanya penyimpangan atau dugaan indikasi korupsi antara lain sebagai berikut :

- pengelolaan dana PPIP tahun 2014 dengan pagu dana 250 juta. Yang perencanaanya buka jalan tani sepanjang 2000 meter. Serta Rabat atau jalan desa 400 meter. Realisasinya buka jalan tani 2000 meter,sedangkan rabat atau jalan desa hanya 200 meter, yang kurang 200 meter belum dikerjakan sampai sekarang.
- pengerjaan TPT di kampung Loka Sabi pada tahun 2014 volumenya 80 meter. Realisasinya kurang lebih 30 meter. Dengan pagu dana 40 an juta.
- Finising kantor desa pada tahun 2015 dengan pagu dana 70 an juta sampai sekarang belum dikerjakan.
- Rabat atau jalan desa dengan kode lein KOLI -LOKASABI dengan panjang 520 meter, realisasinya kurang lebih 200 meter dan kualitas rabat buruk dicurigai kerja tidak sesuai RAB.
- Balai dusun anggaran 42 jutaan di tahun 2017 sampai sekarang belum di kerjakan.
- pengelolaan dana desa dari 2015, 2016,  HOK masyarakat tidak dibayar.

Lantas mengenai dengan hal ini Intelijenpost menghimbau Pemerintahan kabupaten Nagekeo serta dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) agar selalu kunjung kedesa-desa mengarahkan kepala desa serta perangkatnya dalam pengelolaan dana desa sesuai degan petunjuk teknis yang ada.
Unggahnya berita ini Intelijenpost minta kepada Kementrian Desa Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Satgas Dana Desa, serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turunkan tim kedesa Kotakeo II karena di duga kuat kepala desa sebagai otak penyimpangan ini. (IP.***)



Berita Lainnya