Selasa , | WIB

Jumat, 03 Oktober 2014 - 15:50:41 WIB
PENJAHAT KRIMINALITAS MASIH PUNYA MALU, KALAU PEJABAT KORUPSI TIDAK PUNYA BUDAYA MALU
Kabar Redaksi - Dibaca: 15223 kali


Oleh : Sultan Ode Lahane Aziz.

Korupsi dan kekuasaan, ibarat dua sisi dari satu mata uang. Korupsi selalu mengiringi perjalanan kekuasaan dan sebaliknya kekuasaan merupakan, “ pintu masuk, “ bagi tindak korupsi. Ada postulat yang mengatakan korupsi mengikuti watak kekuasaan. Jika kekuasaan berwatak  sentralistis, korupsi pun mengikutinya berwatak sentralistis. Semakin sentralisasi kekuasaan, semakin hebat pula korupsi di pusat kekuasaan itu.

Sementara banyak ragam definisi tentang korupsi, dari beragam definisi tersebut korupsi didefinisikan sebagai prilaku yang menyimpang dari aturan etis  formal yang menyangkut tindakan seseorang dalam posisi otoritas publik yang disebabkan oleh motif pertimbangan pribadi, seperti kekayaan, kekuasaan dan status. “ Korupsi juga sering dimengerti sebagai penyalahgunaan kekuasaan dan kepercayaan untuk keuntungan pribadi .“

Bermuaranya kata – kata terkait korupsi dan kekuasaan yang melibatkan Pejabat Pemerintahan dan Legislatif, Yudikatif serta Eksekutif, ada kesan, “ Kalau Pejabat Korupsi Tidak Punya Budaya Malu, “ yang terbukti  dalam bidikan kamera wartawan pada saat diwawancarai selalu dengan senyum atau tertawa seakan – akan tidak punya salah dan dosa.

Seperti  Ahmad Fathanah tersangkut kasus penambahan kouta daging Sapi import sehingga korupsi, Muh. Nazaruddin korupsi proyek Hambalan, Rudi Rubiandini terima suap, korupsi BBM, Gayus Tambunan korupsi pajak, Hadi Poernomo korupsi pajak dan Menteri ESDM Jero Wacik pemerasan, korupsi serta masih banyak lagi pejabat Pemerintah lainnya yang mempunyai tingka laku buruk yang sama.

Padahal kalau dilihat ada penangkapan penjahat kriminalitas seperti pencuri, perampok, pembunuh, pemerkosa, penjudi, narkoba dan terorisme. Penjahat semua ini masih punya malu karena pada saat diglandang atau mau diphoto wartawan para penjahat tadi menutupi wajahnya dan bahkan memakai topeng penutup kepala serta mukanya dan mereka tidak perna tertawa atau senyum sekalipun. ( IP- LA )

Berita Lainnya