Rabu , | WIB

Jumat, 03 Oktober 2014 - 16:19:02 WIB
PELATIHAN BERSAMA PENINGKATAN KAPASITAS PENEGAK HUKUM
Nusantara - Dibaca: 11341 kali


BANJARMASIN, INTELIJENPOST.COM Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), Abraham Samad membuka acara pelatihan bersama peningkatan kapasitas penegak hukum dalam penanganan Tindak Pidana Korupsi  ( TPK ). Bertindak sebagai narasumber Wakil Jaksa Agung – RI, Dr. Andi Nirwanto, Ketua BPK pusat serta pejabat hukum lainnya.

Pelatihan tersebut diselenggarakan pada hari Senin, 8 September – sampai dengan hari Jumad, 12 September 2014, bertempat di Golden Tulip Hotel, Banjarmasin Kalimantan Selatan baru – baru ini. Yang ikut turut hadir juga Waka Polri Komjen Badrodin Haiti, juru bicara KPK Johan Budi, Kajati Kalimantan Selatan Pudji Basuko Setijono beserta jajarannya dan Kapolda Kalsel Brigjen Pol. Machfud Arifin bersama jajarannya.

Peserta pelatihan di ikuti 155 peserta terdiri dari, penyidik Polri, penyidik Kejaksaan Tinggi Kalsel, auditor BPK dan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan.

Hasil konfirmasi dengan Ketua kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA-PPD ) seluruh Indonesia Lahane Aziz mengatakan, kami LSM sebagai mitra dengan KPK, Kejaksaan, BPK, Kepolisian serta petugas hukum lainnya, tugas LSM sebagai investigasi untuk mendapatkan data yang akurat serta melaporkan hasilnya kepada mitra aparat hukum tersebut tadi dan aparat – aparat hukum ini yang memproses, menahan dan memberi sanksi putusan hukum, ujar Aziz.

Untuk lebih cermat dalam penanggulangan khusus kasus korupsi, seharusnya mitra penegak hukum ini baik KPK, Kejaksaan, BPK dan Kepolisian adakan pelatihan bersama dalam rangka pemberantasan korupsi maupun tindak pidana lainnya, LSM diberi peningkatan kapasitas dalam menjalankan tugas investigasi untuk mendapat informasi yang akurat serta mendapat perlindungan atau keselamatan diri sendiri maupun terhadap diri orang lain, tutur Aziz.

Imbuh ketua LSM, karena dalam penanggulangan korupsi atau tindak pidana lainnya, Aparat hukum bekerja sendiri tanpa melibatkan masyarakat, LSM, Tokoh Agama dan Wartawan sudah pasti tugas yang dijalankan itu akan mengalami hambatan baik dari segi informasi, saksi maupun bantuan – bantuan lainnya, Lahane Aziz menjelaskan.( IP )    



Berita Lainnya