Selasa , | WIB

Senin, 30 April 2018 - 11:49:08 WIB
SAAT LION AIR TERGELINCIR DI GORONTALO PENUMPANG PINGSAN
Ekonomi Bisnis - Dibaca: 362 kali


Intelijenpost.com

Gorontalo, Intelijenpost.com

Sesuai menurut salah satu penumpang Lion Air JT 892 yang tergelincir di Bandara Jalaludin Gorontalo, Minggu malam, Harris Zakaria, menduga pilot telah memaksakan pesawat untuk mendarat atau landing saat curah hujan tinggi.

"Menurutnya, anggapan saya bahwa pilot memaksakan landing," kata salah satu penumpang Lion Air Harris Zakaria, kepada awak media, semalam (29/4). Pesawat Lion Air dari Makassar ke Gorontalo itu, harusnya tiba jam 19.30 wita. Ia mengakui, setelah mendarat pesawat oleng dan tiba-tiba ada guncangan keras, kemudian pesawat berhenti. "Saya lihat roda pesawat depan patah dan beberapa penumpang pingsan dalam pesawat," katanya.

Selanjutnya saat pesawat mendarat, proses evakuasi langsung dilakukan. Namun Harris yang juga wartawan TVRI itu mengaku kesal hanya ada dua mobil yang bergerak di bandara."Penumpang dibiarkan beberapa saat di landasan dan kondisi masih hujan," katanya.

Mengenai hal ini, belum ada hasil investigasi resmi atas kejadian pesawat Lion Air tergelincir di Bandara Gorontalo. Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan pesawat dengan penerbangan nomor JT 892 tersebut membawa 177 penumpang dan tujuh kru pesawat. Pesawat terbang dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Lantas tujuh kru pesawat nahas ini adalah Kapten Djoko Sigit, kopilot Debi Ade dan awak kabin yakni Rima Zaenab, Rani Hartanti, Indriany, Elsa Aprilyani dan Juviny Monica. "Seluruh penumpang dan kru sudah dievakuasi dengan keadaan selamat. Saat ini berada di ruang terminal bandara," kata Danang dalam keterangan tertulisnya.

 

Kemudian pihak Lion Air, lanjutnya, saat ini bekerjasama dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan proses evakuasi pesawat dan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian ini.
"Lion Air Group akan meminimalisir dampak yang timbul dari kejadian tersebut, agar penerbangan-penerbangan lainnya tidak terganggu," tandas Danang. ( IP – AG )

 



Berita Lainnya