Selasa , | WIB

Senin, 30 April 2018 - 17:12:22 WIB
LSM MINTA MENPAN - RB BATALKAN IZIN MOBIL DINAS PNS DIPAKAI MUDIK
Nusantara - Dibaca: 345 kali


Intelijenpost.com

Surabaya, Intelijenpost.com

Ketua Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA – PPD ) Seluruh Indonesia, Lahane Aziz minta kepada MenPAN- RB Asman Abnur untuk batalkan mengenai izin Mobil Dinas PNS dipakai mudik lebaran nanti.

Menurut Aziz, Mobil Dinas PNS dipakai untuk kepentingan Dinas bukan untuk pribadi sebab Mobil Dinas tersebut dibeli memakai anggaran negara dan merupakan ini uang dari hasil rakyat maka hal ini perlu banyak pertimbangan dan harus memenuhi mekanisme antara lain, harus ada persetujuan Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan dan dari DPR – RI, jadi tidak dibenarkan kalau MenPAN- RB keluarkan izin seenaknya tanpa ada kordinasi atau rekomendasi dari DPR – RI dan Menteri tersebut di atas, ujar Aziz.

Untuk itu, kalau tidak ada persetujuan dari dua menteri dan DPR- RI ini maka LSM minta kepada MenPAN- RB Asman Abnur, jangan keluarkan izin Mobil Dinas PNS dipakai mudik di Hari Raya Idul Fitri tahun ini, karena hal ini jelas dinilai melanggar aturan baik mengenai administrasi, anggaran maupun terkait kebijakan lainnya, kata Aziz.

Lanjutnya kalau Mobil Dinas PNS diperbolehkan pakai mudik lebaran nanti, lantas terjadi hal – hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan ( ketabrak ) serta hilang ( dicuri ) dan mobil itu dalam keadaan rusak parah maka siapa yang bertanggungjawab dan bagaimana cara untuk mengembalikan Mobil Dinas PNS itu secara utuh atau dalam keadaan sempurna, tandas Aziz.  

Selanjutnya berita yang dilansir Intelijenpost.com mengenai, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Asman Abnur, mengatakan pegawai negeri sipil (PNS) yang hendak pulang kampung demi merayakan Hari Raya Idul Fitri tahun ini boleh menggunakan kendaraan dinas. Berbeda dari tahun lalu, kata Asman, untuk lebaran kali ini tidak hanya mobil dinas jenis bus berpelat merah saja yang bisa digunakan. Namun, mobil dinas yang dipakai secara pribadi juga bisa dibawa pulang kampung oleh sang pejabat. Hanya saja, kata Asman, seluruh biaya transportasi ditanggung sepenuhnya oleh pengguna kendaraan.

"Kemudian selama ini kan mobil dinas tidak dibolehkan. Tapi tahun ini saya bilang sepanjang itu digunakan tidak memakai biaya kantor, silakan. Artinya bensinnya, fasilitas yang lain, biaya-biaya perawatan (servis) mobil selama perjalanan itu (ditanggung sendiri) silakan," kata usai menghadiri Musrenbang Nasional yang digelar di Grand Sahid, Jakarta, Senin (30/4).

Mengenai hal ini, Asman mengatakan, aturan mengenai penggunaan mobil dinas untuk mudik lebaran untuk tahun ini sedang dirancang. Ia memastikan surat tersebut akan selesai dalam waktu dekat. "Ini lagi saya susun aturannya, pokoknya sebelum lebaran keluar (suratnya)," kata Asman.

Sementara awal puasa atau awal Ramadhan 1439 H diperkirakan jatuh pada 17 Mei 2018. Sedangkan Hari Raya Idul Fitri akan jatuh pada Jumat 15 atau Sabtu 16 Juni 2018. Di samping aturan memperbolehkan penggunaan kendaraan dinas buat mudik, Kemenpan RB juga menyetujui penambahan jatah libur bersama saat Idul Fitri mendatang. Surat keputusan bersama itu diteken oleh Kemenpan RB dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Agama.

Bahkan menyangkut dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor 707 Tahun 2017, Nomor 256 Tahun2017, Nomor: 01/Skb/Menpan-Rb/09/2017 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018, cuti bersama dalam rangka perayaan lebaran 2018 ditetapkan pada 13,14,18 dan 19 Juni 2018. Penetapan cuti bersama tersebut dibuat dengan mengasumsikan perayaan lebaran jatuh pada 15-16 Juni 2018. Namun, pemerintah memutuskan untuk menambah masa cuti bersama dua hari setelah lebaran yaitu, pada Rabu (20/6) dan Kamis (21/6). ( IP - *** )



Berita Lainnya