Rabu , | WIB

Minggu, 06 Mei 2018 - 09:34:18 WIB
POLITIK 2019 MAKIN PANAS SURVEI P3SI : PENDUKUNG JOKOWI TAK TERPANCING
Politik & Pemerintahan - Dibaca: 175 kali


Intelijenpost.com

Surabaya, Intelijenpost.com

Hasil survei Paguyuban Pejuang Pers Seluruh Indonesia ( P3SI ) di Wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatra, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat ( NTB ), Nusa Tenggara Timur ( NTT ), Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua, pendukung Jokowi tak terpancing walaupun politik 2019 makin, “ panas, “ saat ini terlihat di Jawa Barat serta di DKI Jakarta.

Menurut Ketua umum Paguyuban Pejuang Pers Seluruh Indonesia ( P3SI ) Lahane Aziz mengatakan, dari hasil pantauan anggota P3SI di seluruh Provinsi tersebut di atas, sebenarnya politik 2019 hanya angat – angat kukuh saja dan terlihat politik 2019 makin, “ panas, “ terdapat di DKI saja, sehingga hal ini pendukung Jokowi tak terpancing dengan situasi politik tersebut, ujar Aziz.

Lanjutnya, P3SI adakan survei dan menemui masyarakat pendukung Jokowi  di Provinsi tersebut sejumlah kurang lebih 3850 orang mengatakan, kami tak mau terpancing dengan isu – isu politik 2019 makin panas karena dengan cara – cara pergerakan yang dianggap tidak sehat dan dapat memecah belahkan persatuan bangsa dan dapat disebut juga mengganggu ketentraman Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ), katanya.

Sementara P3SI juga menemui 1752 orang yang bukan pendukung Jokowi  maupu Prabowo dan mereka ini diposisi netral menjelaskan, di Pemilu 2019 nanti kami mau memilih calon Presiden yang berpihak kepada rakyat dan mau mengerti susahnya rakyat, jadi masalah panasnya atau tidak politik 2019 kami juga tidak mau terpancing karena ini semua hanya kepentingan politik dan golongan tertentu saja serta mereka juga berjuang hanya kepentingan pribadi masing – masing bukan untuk rakyat, tuturnya.

Tutupnya hasil survei P3SI pada tanggal 23 April 2018, dan sempat juga menemui 572 orang menyebut kami tidak terpengaruh dengan panasnya politik 2019, serta kami tidak mau menjerumuskan diri di politik sebab kami hanya rakyat biasa yang hanya berpikir bagaimana mendapat uang buat makan dan menyekolahkan anak, lantas masalah lain – lainnya itu urusan negara, ucap mereka. ( IP - *** )

 

 



Berita Lainnya