Rabu , | WIB

Selasa, 15 Mei 2018 - 16:48:42 WIB
AHLI WARIS IPATIMA MENCARI KEADILAN TERKAIT TANAH 2,4 HEKTAR MILIKNYA
Nusantara - Dibaca: 128 kali


Intelijenpost.com

DIDUGA DIAMBIL PT.TIMURAMA SECARA SEPIHAK

Sulawesi Selatan, Intelijenpost.com

Sesuai mengenai sejak tahun 1994 ahli waris Ipatima  memperjuangkan hak haknya ,Baco Haerudin 63 tahun mewakili ke empat anak Yang merupakan anak dan ahli waris ipatima Ladoleng memperjuangkan dan mencari keadilan  atas hak warisan berupa dua bidang tanah luasannya 2,4 ha yang beralamat di Kelurahan Lompoe Kecamatan  Bacukiki Kota Pare Pare Sulawesi Selatan.  

Selanjutnya diduga tanah tersebut diambil secara sepihak PT.TIMURAMA , dan sekarang tanah mereka dibangun perumaham BTN tampa ada  koordinasi  maupun ganti rugi dari pihak Timurama kepada para ahli Waris ipatima ," Mengenai hal ini, heranya masyarakat pemilik tana yang ada didekat lokasi perumahan BTN ini  mendapat ganti rugi berdasarkan surat tanah yang sama seperti surat tanah orang tua kami dan keluarga kami tidak dapat ganti rugi ,hal ini diungkapkan Baco kepada Intelijenpost.com akhir Maret 2918 dipasar Lakessi Kota Pare Pare.

Lantas sesuai duduk perkara yang diutarakan Baco Haerudin pada Intelijenpost  mengatakan "pasca kemerdekaan republik Indonesia tepatnya pada tahun 1945,  Ladoleng dan Ipatima merupakan suami istri yang memggarap lahan hutan belukar dan alang alang yang dikerjakan oleh Patimah dan Ladoleng mereka membuka lahan menjadi sawah dan kebun secara turun temurun Ipatima dan Ladoleng menguasai lahan tanah tersebut, ujarnya.

Kemudian pada tahun 1965, Ipatima dan Ladoleng  memohon kepada Kepala Distrik waktu itu dijabat oleh Andi Dewang dan permintaan mereka dikabulkan dan diterbitkan Surat Keputusan Kepala Inspeksi Agraria Sulawesi Selatan No . SK/136/XVII/K47/3/1965 tgl 28 juni 1965 SK Landfrom yang dimiliki Ipatima lengkap dengan gambar situasi tanah Ipatima, selain dokumen pendukung bahwa tanah tersebut milik orang tua kami  telah dibuktikan  dengan bukti iuran pembangunan daerah yang tertera atas nama Ipatima"

Bahkan lebih rinci Baco melanjutkan cerita tentang haknya yang dirampas oleh timurama , Baco "pada tahun 1994 tanah orang tua kami dibangun perumahan oleh PT. Timurama tanpa ada koordinasi serta pada saat itu kami berupaya mencegah kepada pihak Timurama namun tidak digubris, selain itu juga kami mengadukan kepemerintah mulai dari pihak Kelurahan,  Kewalikota bahkan sampai ke Presiden  namun tidak ditanggapi mungki beginilah nasib orang kecil tidak berhak mendapat keadilan "ungkap Baco dengan nada sedih.

Lanjut Baco"persoalan sengketa perdata tentang kepemilikan tanah orang tua kami sudah melalui proses pengadilan negeri dan pengadilan tinggi dan hasilnya Pt Timurama selaku tergugat dimenangkan oleh hakim "ungkapnya penuh kesedihan.

Mengenai diakhir wawancara Baco Haerudin berharap agar kasus sengketa tanahnya dapat dibantu untuk diadakan peninjauan kembali oleh putusan pengadilan menurutnya"perkara sengketa tanah antara  Timurama dengan kami dan dimenangkan oleh pihak Timurama kami tidak puas perjuangan kami belum berhenti kami masih mengupayakan peninjauan kembali atas putusan hakim  "tutup Baco berharap ( IP – IBNU )

 

 

 

 

 



Berita Lainnya