Jumat , | WIB

Minggu, 24 Juni 2018 - 16:54:10 WIB
415 RUMAH TERDAMPAK BANJIR BANDANG BPBD BANYUWANGI :
Berita Jatim - Dibaca: 2 kali


Intelijenpost.com

Lumajang, Intelijenpost.com

Sesuai menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi mendata rumah yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang di empat dusun Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi. Ada 23 rumah yang mengalami rusak parah dari total 415 rumah yang terdampak banjir.

Lantas kerusakan yang dialami rumah-rumah tersebut beragam, mulai kerusakan ringan hingga berat. Kepala BPBD Banyuwangi, Fajar Suasana merinci rumah yang mengalami rusak berat sebanyak 23 unit. Kategori rumah rusak berat ini adalah yang mengalami ambruk, jebol, dan roboh.

"Menyangkut 118 rumah rusak sedang dengan kerusakan lumpur masuk rumah ketinggian 20 - 100 cm. Sedangkan sisanya yang 274 mengalami rusak ringan. Itu update terakhir kami," kata Fajar melalui rilis yang diterima awak media pada Ahad, 24 Juni 2018.

Selanjutnya Fajar menjelaskan data itu didapat dari pendataan langsung tim BPBD ke rumah warga. "Jadi bukan hanya berdasar laporan semata, tapi tim kami turun mendata satu-satu untuk melihat kerusakannya, juga kami dokumentasikan," ujarnya.

Bahkan hari ini, tim BPBD sedang berkonsentrasi pada pembersihan jalan utama Gambor yang merupakan jalur alternatif Banyuwangi-Jember. Ada 12 dump truck dan empat eskavator dikerahkan untuk mengambil material dan sedimen yang tersisa. "Meski jalannya sudah kita bersihkan, namun untuk sementara masih tertutup untuk umum. Kita gunakan dulu untuk jalur operasional alat berat dan dump truck," kata Fajar.

Kemudian tim BPBD Banyuwangi juga dibantu personil dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Batu, Jember dan Pemprov Jatim, yang totalnya mencapai 35 orang. Selain pembersihan jalan, BPBD selama dua hari ini memprioritas membersihkan fasilitas umum, seperti masjid, agar segera bisa digunakan kembali oleh publik.

"Sementara setelah itu, baru konsentrasi membersihkan rumah-rumah warga. Ini yang agak memakan waktu, karena harus manual. Pada tahap ini, kita tidak hanya butuh tenaga namun juga butuh alat pendukung seperti sekop, linggis, cangkul, alat pengangkut material," kata Fajar.

Namun untuk itu, Fajar berharap agar relawan yang datang juga membawa peralatan. "Relawan yang datang diharap membawa alat-alat kerja. Yang tidak bawa, mohon membantu hal lain saja. Ini agar kerja penanganan lebih efektif," kata dia. ( IP – MB )

 



Berita Lainnya