Senin , | WIB

Selasa, 26 Juni 2018 - 12:36:26 WIB
AIRLANGGA ADU DOMBA MEGA DAN JOKOWI DI PILGUB JATIM PDIP :
Politik & Pemerintahan - Dibaca: 94 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijenpost.com

Sesuai menurut Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengatakan pernyataan Airlangga Hartarto soal Pilgub Jawa Timur mengarah pada adu domba Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo.

Lantas menurutnya, pernyataan Airlangga itu terkait dengan ucapan Jokowi soal pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak-yang diusung Partai Golkar. Airlangga, kutip Basarah, menyatakan bahwa Presiden mengatakan dalam memilih gubernur tidak harus berdasarkan kesamaan partai.

"Sementara pernyataan menyinggung perasaan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan mengarah pada upaya adu domba antara Bu Mega dengan Pak Jokowi," kata Basarah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/6). Basarah menuturkan sikap Jokowi terhadap Pilgub Jatim sudah jelas, melalui dua kali pertemuan khusus Presiden dengan dirinya dan Puti Guntur Sukarno pada 13 Februari dan 14 Mei lalu.

Selanjutnya Puti sendiri berpasangan dengan Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul untuk memperebutkan kursi nomor satu di provinsi tersebut. Basarah menuturkan justru Presiden menunjukkan kekecewaannya karena Khofifah karena meninggalkan posisinya saat itu sebagai menteri sosial. "Dia kecewa karena Khofifah meninggalkan jabatan menteri sosial sebelum berakhir masa jabatan dan secara tegas Jokowi menyatakan tidak pernah ada instruksi mendukung Khofifah," katanya.

Kemudian terkait dengan hal itu Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menuturkan pihaknya tak ada upaya untuk mengadu domba Jokowi dan Megawati. Dia menegaskan agar seluruh pihak tak terlalu jauh mengambil kesimpulan atas pernyataan Airlangga yang pernah disampaikan dalam satu kampanye pekan lalu. "Tak ada upaya kami untuk mengadu domba Pak Jokowi dan Ibu Mega. Pak Airlangga sama sekali tak menyebut nama Ibu Megawati dalam kampanye tersebut," kata Ace ketika dikonfirmasi awak media Selasa siang.

Lalu dia juga menuturkan kebersamaan antara Golkar dan PDIP dalam mendukung pemerintahan Jokowi seharunya tak terganggu akibat perbedaan calon kepala daerah di pilkada serentak pada tahun ini. Sebelumnya, survei terbaru yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 21-29 Mei 2018, pasangan Khofifah-Emil diperkirakan bakal meraup 48,5 persen.

Bahkan Khofifah unggul delapan persen ketimbang pesaingnya pasangan Gus Ipul-Puti yang memperoleh sebesar 40,8 persen. "Yang belum tahu (menentukan pilihan) sekitar 10,7," ujar peneliti SMRC Sirajuddin Abbas dalam rilis survei terbaru pekan lalu. ( IP – BOY )

 



Berita Lainnya