Senin , | WIB

Sabtu, 07 Juli 2018 - 14:35:58 WIB
LSM KECAM DEBT COLLECTOR PENCULIKAN ANAK
Hukum & Kriminal - Dibaca: 85 kali


Intelijenpost.com

TERKAIT ORANG TUA TELAT BAYAR CICILAN MOTOR

Surabaya, Intelijenpost.com

Ketua Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA – PPD ) Seluruh Indonesia, Lahane Aziz mengecam tindakan debt collector yang tidak manusiawi karena orang tua tidak membayar cicilan motor anaknya diculik, maka hal ini jelas telah terjadi tindak kejahatan ( pidana ) oleh sebab itu Polisi harus ambil tindakan keras kepada pelaku atau debt collector tersebut.

Menurut Aziz, karena yang namanya debt collector sering membuat masalah dan sudah banyak meresahkan masyarakat mengenai masalah cicilan motor, baik itu roda dua maupun roda empat ( mobil ), apabila orangnya telat membayar cicilan 1 – sampai 3 bulan saja, sudah ditagih dan bahkan diancam akan diambil atau dirampas motor cicilan tersebut dan hal ini sudah sering terjadi, tapi sangat disayangkan bila pencicil motor ini melaporkan kejadiannya di kantor Polisi, selalu tidak ditanggapi serius malah kasusnya dilempar kesana dan kesini serta buntut – buntutnya tidak ada penyelesaian hukum, kata Aziz.

Untuk itu LSM. PKA – PPD, minta kepada Menteri Keuangan, Perindustrian dan Perdagangan, Asuransi serta pihak Kepolisian maupun instansi lain yang berkopeten dengan masalah ini ( pemerintah ) segera mengaudit kinerja kantor yang melindungi para debt collector tersebut yang sudah banyak mengambil uang masyarakat dengan cara – cara yang bertentangan dengan hukum yakni, perampasan, penekanan dan dapat juga dikatakan pencurian karena memasuki halaman rumah tanpa izin dan melakukan kekerasa, pungkas Aziz.

Tutup Aziz, dengan kejadian yang dilakukan debt collector menyangkut penculikan anak ini karena orang tuanya telat membayar cicilan motor, LSM minta kasusnya dari Polsek Palmerah untuk dilimpahkan ke Mabes Polri, supaya kasusnya harus ditanggapi serius oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebab kasus ini betul – betul menyangkut orang susah yang jelas – jelas memerlukan perlindungan hukum, pungkasnya.

Selanjutnya berita yang dilansir Intelijenpost.com mengenai, seorang murid SMP R (14) diculik oleh sekelompok debt collector atau penagih hutang lantaran orang tuanya menunggak pembayaran motor yang dikendarainya selama tiga bulan. Kemudian anak tersebut dibawa oleh penagih hutang ke kantor Mega Finance yang berlokasi di Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat pada Jumat (6/7/2018) sore.

"Lantas anak tersebut pulang dari sekolah dan motor diambil oleh beberapa orang debt colector, sehingga anak itu dibawa debt collector," kata Kapolsek Palmerah Kompol Aryono, Jumat (7/7/2018) di Polsek Pamerah malam. Aryono mengatakan orang tua korban mendatangi kantor polisi untuk melaporkan penculikan. Setelah dilakukan pemeriksaan dengan beberapa saksi di lokasi kejadian, korban diketahui hanya ditelantarkan setelah diculik. "Di sana cuma ditelantarkan saja. Hanya di pojokan gedung. Kasihan sekali," kata Aryono.

Kemudian saat ditemukan, korban sedang menangis di ruangan. Tangisnya tidak berhenti ketika bertemu dengan orang tuanya yang menanti di Polsek Palmerah. Namun, polisi tidak menemukan pelaku yang menculik korban di lokasi kejadian. "Pelakunya ada lima kami kejar malam ini. Ini sangat meresahkan, korbannya di bawah umur," ujar Aryono.

Lalu sementara itu, Nining (42) ibu korban mengatakan anaknya mengirimkan pesan singkat yang menunjukkan ketakutan karena dibawa pergi penagih hutang. Ia mengatakan motor miliknya kurang melakukan pembayaran selama tiga dari 31 bulan pembayaran. "Ya itu kan penculikan, karena secara paksa bawa orang anak dibawah umur.

Lanjutnya kalau motor silakan deh kalau mau ambil, tapi anak saya itu loh," kata Nining Saat itu, putrinya bersama kedua temannya hendak pergi untuk melakukan cap tiga jari pedaftaran SMK. Namun, hanya putrinya yang dibawa pergi oleh penagih hutang. "Cuma R tuh sendiri dibawa muter-muter dibawa sampe ke Mega Finance. Jadi saya ditelpon ada kok WA-nya dia takut nangis-nangis," katanya. Sementara itu, pihak Mega Finance belum berhasil dihubungi untuk konfirmasi. ( IP - *** )



 



Berita Lainnya