Senin , | WIB

Minggu, 08 Juli 2018 - 22:10:28 WIB
CAGUB TERSANGKA KPK DI MALUKU UTARA RAIH SUARA TERBANYAK
Politik & Pemerintahan - Dibaca: 66 kali


Intelijenpost.com

TAK JAMIN HUKUM TETAP DIPROSES P3SI:

TERNATE, INTELIJENPOST.COM

Ketua umum Paguyuban Pejuang Pers Seluruh Indonesia ( P3SI ) Lahane Aziz mengatakan, karena Ahmad Hidayat Mus sebagai Cagub di Maluku Utara masih tersandung dugaan kasus korupsi dan dirinya masih ditahan KPK otomatis mengenai raih suara terbanyak tak bisa dijadikan jaminan hukum tetap diproses, dan masalah pelantikan pun harus ditunda sampai menunggu serta mendapat kepastian hukum.

Untuk itu P3SI minta kepada Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo untuk tidak melantik Ahmad Hidayat Mus sebagai Gubernur Maluku Utara mengingat yang bersangkutan masih berstatus tersangka dalam kasus korupsi proyek pengadaan lahan Bandara Bobong tahun 2009, dan P3SI mewanti - wanti Mendagri kalau sampai Ahmad Hidayat Mus dilantik maka secara tidak langsung Mendagri telah melecehkan hukum karena, “ Politik tidak boleh menginjak – injak Hukum “ kata Aziz. 

Imbuhnya, mengenai hal ini P3SI minta kepada para pendukung Calon Gubernur Maluku Utara Ahmad Hidayat Mus agar dapat menahan diri serta memaklumi mengenai calonnya itu ada bermasalah dengan kasus korupsi sehingga sekarang ini masih ditahan di Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) serta saat ini lagi menunggu proses hukum labih lanjut, tutur Aziz.

Selanjutnya berita yang dilansir Intelijenpost.com, berdasarkan hasil rekapitulasi suara di 10 Kabupaten dan Kota di Maluku Utara, pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara nomor urut 1, Ahmad Hidayat Mus dan Rivai Umar (AHM-Rivai), meraih suara terbanyak. Dari hasil yang dibacakan Ketua KPU Maluku Utara, Syahrani Somadayo, pasangan yang diusung Partai Golkar dan PPP itu memperoleh 176.993 suara.

Sementara Ahmad Hidayat Mus sendiri kini berstatus tersangka dan tengah ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan lahan Bandara Bobong tahun 2009., Paslon Tahanan KPK Unggul Sementara itu, suara terbanyak kedua diraih paslon nomor 3, Abdul Gani Kasuba dan Al Yasin Ali (AGK-Ya) yang diusung PDIP dan PKPI.

Kemudian Gubernur petahanan AGK meraih 169.123 suara. Paslon nomor urut 2 Burhan Abdurahman dan Ishak Djamaludin (Bur-Jadi) yang diusung Partai Hanura, Demokrat, NasDem, PBB dan PKB dengan 143.416 suara serta paslon nomor urut 4 Muhammad Kasuba dan Madjid Husen (MK-Maju) yang diusung Partai Gerindra, PKS dan PAN dengan 65.202 suara.

Lantas dari hasil perolehan suara, selisih suara antara paslon nomor urut 1 dengan nomor urut 3 hanya 7.870 atau di bawah 2 persen dengan jumlah penduduk Maluku Utara di bawah 2 juta jiwa. Pleno rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara di tingkat Provinsi pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara tahun 2018 yang diselenggarakan KPU Provinsi Malut, Sabtu (7/7/2018), akhirnya tuntas meski sempat diwarnai kericuhan. ( IP – ODE. IQ )



 



Berita Lainnya