Rabu , | WIB

Sabtu, 14 Juli 2018 - 12:57:47 WIB
AKAN DITANGKAP KPK ENY SARAGIH SYOK
Hukum & Kriminal - Dibaca: 319 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijenpost.com

Sesuai menurut Menteri Sosial Idrus Marham bercerita bahwa Wakil Ketua Komisi Energi Eni Saragih syok ketika mendengar kabar akan menangkapnya di Rumah Dinas Menteri Sosial di Jakarta, Jumat, 13 Juli 2018. Idrus mengatakan tim KPK datang ke rumahnya di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra, Jakarta, Jumat, 13 Juli 2018.

Hal ini Idrus sendiri yang menerima tim dari KPK sekitar pukul 15.10. Tim, kata dia, menunjukan surat penangkapan bertuliskan nama Eni. Mengetahuinya, Idrus memberikan saran untuk Eni yang sedang terpukul. "En, kamu harus ikut (KPK)," ujar Idrus bercerita di rumah dinasnya.

Mengenai Operasi Tangkap Tangan atau OTT KPK dilakukan saat pesta ulang tahun putera bungsu Idrus Marham. "Saya undang teman-teman sekolah anak. Pada saat yang sama juga hadir beberapa teman saya, termasuk Eni," kata Idrus.

Selanjutnya Idrus mengatakan Eni datang sekitar pukul 14.30. Selain Eni, hadir juga beberapa orang Partai Golkar dan kawan Idrus lainnya berjumlah 10 sampai 15 orang. Mereka, kata Idrus, berbincang di ruang tamu, sedang dirinya pergi ke ruang kerja.

Sementara Idrus mengaku mengantarkan Eni Maulani Saragih ke mobilnya dan dibawa ke KPK. "Saya belum tau persis masalahnya," kata Idrus. Dalam OTT itu, KPK juga menyita uang senilai Rp500 juta. KPK akan mengumumkan status hukum kasus ini setelah 24 jam.

Kemudian Politikus Partai Golkar itu baru empat bulan menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat saat ditangkap KPK. Sejak awal, dia di Komisi VII yang membidangi energi, riset dan teknologi, serta lingkungan hidup. Sempat dimutasi ke Komisi Pemerintahan pada 2015, Eni kembali ke Komisi Energi pada Maret 2018 dan didapuk sebagai wakil ketua komisi.

Bahkan sebelum melenggang ke Senayan sebagai wakil daerah pemilihan Gresik dan Lamongan, Eni Saragih menjabat sebagai komisaris di dua perusahaan energi. Pada periode 2011-2014, ia komisaris PT Raya Energi Indonesia dan PT Nugas Trans Energi. ( IP – DW )

 



Berita Lainnya