Jumat , | WIB

Minggu, 15 Juli 2018 - 19:39:40 WIB
TERKAIT BBR DANA BANTUAN PENGUNGSI MALUKU DIDUGA DISELEWENGKAN,
Nusantara - Dibaca: 309 kali


Intelijenpost.com

DIMINTA PRESIDEN JOKOWI TURUN TANGAN

Ambon, Intelijenpost.com

Sesuai mengenai dana Bantuan Bangunan Rumah ( BBR ) menyangkut pengungsi Maluku yang belum terselesaikan sampai saat ini, berjumlah kurang lebih 3000 Kepala Keluarga ( KK ), akhirnya panitia pengurusan  dana bantuan BBR  untuk pengungsi Maluku yakni, Ali Wabula Cs membuat surat Nomor: 40/YLRKKS – M/8/Juni/2018, kepada Presiden Jokowi mengenai permohonan audensi ini sesuai petunjuk Bapak Presiden Repoblik Indonesia pada waktu selesai sholat Jumat, tanggal 8 Juni 2018, Bapak Presiden menyampaikan kepada Bapak. La. Ali Wabula, semua surat sudah diterima di Sekretariat perlu dicatat dalam Surat Audensi supaya dibahas dalam pertemuan, katanya.

Selanjutnya menurut dia, kami sebagai relawan menerima partisipasi sangat diperlukan untuk mewujudkan cita – cita dan tujuan mulia berhimpun, bergerak dan berjuang. Agenda rakyat hanya bisa terwujud bila rakyat menjadi subjek, partisipasi rakyat hanya bisa dilakukan bila rakyat mengorganisir dan berjuang dalam satu kesatuan dan langkah.

Untuk rakyat dan hanya rakyat yang bisa memohon untuk kedatangan Bapak. Presiden Repoblik Indonesia di Kabupaten Buton Pasar Wajo untuk rakyat akan menyerahkan aspal Buton kepada negara masih dalam kepemerintahan Joko Widodo bersama – sama dengan Kabinet Indonesia Projo bersatu untuk dijadikan Perusahan Aspal Negara ( PAN ) bertujuan untuk membuka lapangan kerja untuk putra daerah otonom, tuturnya.

Lantas mengenai hal ini, Kami Relawan Projo sudah siap untuk membuka lapangan kerja baru melalui transmigrasi lokasi gratis dua hektar per KK untuk bisa kami targetkan satu tahun rakyat mendapat seratus juta 100 juta lahan yang sudah ada di anggota Projo sebagai Ketua Yayasan Lembaga Reformasi, Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara – Maluku, baru 10 ribu hektar baru surat persetujuan dari Presiden SBY .

Kemudian rakyat memohon tambahan 10 ribu hektar, sudah ada kesiapan lahan lokasi sesuai titik koordinat tanah adat Wa Ode Wao tanah perkebunan tersebut pemberian sebagai tanda terima kasih Sultan Buton pada waktu itu Wa Ode Wao kesiapannya untuk meembiayai pembangunan Benteng Keraton sampai selesai. Sebagai tanda terima kasih Sultan Buton.

Sementara mengenai dana bantuan BBR  pengungsi Maluku  yang belum terselesaikan mulai dari tahun 2009 – sampai tahun 2018, diduga diselewengkan oleh oknum – oknum pejabat daerah maupun pejabat pusat karena terbukti dengan adanya surat Kesepakatan Bersama Antara Gubernur Maluku dengan Bupati, Walikota, Provinsi Maluku ( Yang Masih Terdapat Sisa Korban Bencana Sosial ) Nomor : 465.2/2555 Tentang Penanganan Sisa Korban Bencana Sosial di Provinsi Maluku tahun 2009.

Menyangkut hal ini juga, surat kesepakatan bersama antara Gubernur Maluku dengan Bupati, Walikota, Provinsi Maluku yang dibubuhi dan ditandatangani di atas metrai antara lain, 1. Karel Albert Ralahalu ( Gubernur ), 2. Abdullah Tuasikal ( Bupati Maluku Tengah ), 3. Drs. Bitzael Temmar ( Bupati Maluku Tenggara Barat ), 4. Ir. Andreias Rentanubun ( Bupati Maluku Tenggara ), 5. Drs. H. M.Hentihu ( Bupati Buru ), 6. Jakobus Puttileihalat, S.sos ( Bupata SBB ), 7. Drs.M.J. Papilaya, MS ( Walikota Ambon ). ( IP – TIM )

 

 



Berita Lainnya