Rabu , | WIB

Rabu, 25 Juli 2018 - 23:07:02 WIB
HASIL RISET MENUNJUKKAN ENDE DARURAT KORUPSI
Nusantara - Dibaca: 455 kali


Intelijenpost.com

Ende NTT, Intelijenpost.com

Suatu penyakit yang dianggap berbahaya adalah, “ kanker akut, “ hal ini seperti tindak pidana korupsi di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ),  telah mencapai periode yang mengkuatirkan. Lembaga Indonesia Corupption Watch (ICW) melalui penelitiannya menemukan fakta bahwa pada semester pertama tahun 2015 Nusa Tenggara Timur masuk di peringkat pertama sebagai Provinsi Terkorup _(sumber: media aktual 17/10/2015)_. Dikutip dari media tersebut, Garda NTT menemukan indikasi bahwa Korupsi di NTT paling banyak dan mencapai 24 kasus.

Selanjutnya selain melansir 10 Provinsi terkorup di Indonesia, ICW juga mengumumkan hasil risetnya terhadap 10 Kepolisian Daerah (Polda) dan 10 Kejaksaan Tinggi (Kejati) penunggak kasus korupsi terbesar dalam periode 2010-2014. Riset ini juga menemukan bahwa Provinsi NTT masuk dalam 10 besar penanganan kasus korupsi yang tidak tuntas. Dari 40 kasus korupsi yang tidak tuntas tersebut, negara telah dirugikan sebesar Rp 609,2 miliar.

Lantas dilihat dari trend ini, dalam rentang tahun 2014 hingga hari ini, Gerakan Patriot Muda Nusa Tenggara Timur (Garda NTT) menerima laporan masyarakat NTT khususnya Kabupaten Ende terkait indikasi-indikasi dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Marselinus Y.W Petu beserta kroni-kroninya.

Kemudian Garda NTT menemukan penanganan 44 (empat puluh empat) Paket Perencanaan Pekerjaan di sejumlah instansi dimaksud masing-masing adalah pada : Dinas Pendidikan dan Olahraga sebanyak 18 Paket; Dinas Kesehatan sebanyak 6 Paket; Dinas Pekerjaan Umum sebanyak 3 Paket; Sekretariat Daerah sebanyak 1 Paket; Dinas Pertanian sebanyak 5 Paket; Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian sebanyak 5 Paket; Dinas Kehutanan dan Perkebunan sebanyak 5 Paket; dan Dinas Perindustrian & Perdagangan sebanyak 1 Paket. Semua paket ini diduga bermasalah dan melibatkan CV. SAO RIA PLAN.

Serta terdapat dokumen yang mencatat secara terperinci penerimaan CV. SAO RIA PLAN sejak tahun 2014 s/d. sekarang dengan total penerimaan, masing-masing tahun untuk proyek-proyek yang dikerjakan :

1. Tahun 2014 sebesar Rp. 132.699.000, a/n. CV. SAO RIA PLAN.

2. Tahun 2015 sebesar Rp. 491.613.201, a/n. CV. SAO RIA PLAN.

3. Tahun 2016 sebesar Rp. 595.977.801, a/n. CV. SAO RIA PLAN.

4. Tahun 2017 berjalan sebesar Rp......................., a/n. CV. SAO RIA PLAN.

Menyangkut dalam proses pengerjaan paket-paket ini, Bupati MARSEL Y.W. PETU mengeluarkan kebijakan berupa menunjuk secara permanen CV. SAO RIA PLAN selaku konsultan untuk pekerjaan proyek-proyek yang dibiayai oleh APBD, sejak tahun 2014 hingga sekarang.

Sedangkan CV. SAO RIA PLAN adalah milik Bupati MARSEL Y.W. PETU yang dikelola atau dipimpin oleh Orang Tua dan Adik Bupati MARSEL Y. W. PETU. Pertanyaannya apakah nama Sdr. PETRUS CORNELIUS PETU dan Sdr. ALBERTUS MAGNUS EMANUEL SARA adalah keluarga paling dekat Bupati Ende.

Hal ini, melihat banyaknya temuan dan pengaduan masyarakat, kami menilai Kabupaten Ende saat ini telah memasuki masa yang sangat kritis "Darurat Korupsi" dari semua kabupaten yang ada di NTT. Status darurat korupsi ini tentu saja menggerogoti sendi-sendi kehidupan dan membuat masyakat Ende terus berada dalam kondisi kemiskinan akut.

Bahkan oleh karena itu, berdasarkan temuan tersebut, Garda NTT mendesak agar Komisi Pemberantasan Korusi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Ende Marselinus Y.W Petu beserta kroninya demi kepentingan masyarakat Ende, yang menginginkan sebuah pemerintahan yang bersih dari KKN terlebih-lebih ingin memiliki seorang Bupati yang jujur, bersih dan bisa bersikap adil sesuai dengan prinsip-prinsip tatakelola pemerintahan yang baik. Kami berharap KPK selamatkan Provinsi NTT dimulai dari Kabupaten Ende. ( IP – MAM )

 

 



Berita Lainnya