Rabu , | WIB

Jumat, 14 September 2018 - 10:58:13 WIB
DEBAT CAPRES VERSI BAHASA INGGRIS KUBU PRABOWO INGIN
Nusantara - Dibaca: 44 kali


Intelijenpost.com

LSM : LANGGAR SUMPAH PEMUDA

Surabaya, Intelijenpost.com

Ketua Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA – PPD ) Seluruh Indonesia, Lahane Aziz mengatakan, sesuai rencana Partai Amanat Nasional ( PAN ) mengusulkan dan Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) kalau sampai menyetujui mengenai debat capres – cawapres menggunakan bahasa Inggris, hal ini jelas melanggar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Menurut Aziz, untuk mempersatukan bangsa dari Sabang Sampai Merauke adalah dengan bahasa Indonesia yang dicetuskan pada tanggal 28 Oktober 1928 dalam Sumpah Pemuda yakni, Kami Putra – Putri  Bangsa Indonesia: 1. Bertumpah Darah Satu, Tanah Indonesia, 2. Berbangsa Satu, Bangsa Indonesia, 3. Berbahasa Satu, Bahasa Indonesia, ujar Aziz.

Lantas LSM. PKA – PPD minta kepada Partai Amanat Nasional ( PAN ) tidak perlu mengusulkan debat capres – cawapres dengan memakai bahasa Inggris, karena bahasa resmi yang dipakai dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) adalah bahasa Indonesia, disamping itu rakyat Indonesia belum menguasai bahasa Inggris seluruhnya, kata Aziz.

Imbuhnya, karena debat capres – cawapres adalah persyaratan dari Komisi Pemilihan Umum ( KPU ), dengan tujuan dalam debat tersebut supaya rakyat Indonesia bisa menilai visi – misi capres – cawapres di tahun 2019 nanti, mana yang menyampaikan sesuai hati nuraninya sehingga jelas rakyat sudah menentukan pilihannya, tutur Aziz.

Selanjutnya berita yang dilansir Intelijenpost.com mengenai,  Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto berencana mengusulkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar menerapkan debat kandidat capres-cawapres menggunakan bahasa Inggris.

Menurut Yandri menilai perlu ada salah satu tahapan debat kandidat dengan menerapkan model tersebut. "Karena presiden bergaul di dunia internasional supaya tidak ada miskomunikasi dan salah tafsir dari lawan bicara," ucap Yandri di Jalan Daksa I No 10, Jakarta Selatan, Kamis (13/9) malam.

Kemudian Yandri sepakat presiden wajib menggunakan bahasa Indonesia saat berpidato di dalam negeri. Namun, presiden pun harus mampu berkomunikasi dengan baik di level internasional. Terutama ketika ada tamu dari negara lain. "Ya memang penting juga calon presiden matang dalam menguasai bahasa selain dari Bahasa Indonesia itu," lanjutnya.

Sementara rencana usulan menggelar debat capres menggunakan bahasa Inggris ini masih didiskusikan di internal koalisi Prabowo-Sandiaga. Jika sudah matang, terutama hal-hal yang bersifat teknis, baru akan diusulkan kepada KPU selaku penyelenggara. "Dari sisi bahasa bagaimana. Dari tema bagaimana. Atau boleh tidak tampilkan data-data melalui proyektor. Itu kan hal teknis," ujar Yandri.

Bahkan sebelumnya, poros Prabowo-Sandi juga akan mengusulkan format baru debat kandidat. Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menilai konsep debat yang selama ini diterapkan KPU di pilkada dan pilpres cenderung mirip dengan cerdas cermat, sehingga perlu diubah.

Hal ini, Hinca mengatakan sebaiknya kandidat diberi waktu yang cukup panjang untuk membeberkan pandangan-pandangannya. Menurut Hinca hal itu baik bagi masyarakat karena dapat memahami secara utuh pemikiran calon pemimpin nasional. "Kami akan minta KPU untuk membuat itu dihapus saja debat ala cerdas cermat, tapi menyampaikan pikiran gagasan besar untuk saat ini," kata Hinca. ( IP - *** )



Berita Lainnya