Rabu , | WIB

Jumat, 14 September 2018 - 11:17:49 WIB
BAWASLU TEMUKAN SEMENTARA NYARIS 3 JUTA DATA PEMILIH GANDA
Politik & Pemerintahan - Dibaca: 42 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijenpost.com

Sesuai mengenai Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyatakan sampai saat ini mereka menemukan ada hampir tiga juta data pemilih ganda menjelang Pemilihan Umum dan Presiden 2019. Hal itu diketahui dari analisis jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai sekitar 176 juta dilansir Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Selanjutnya hingga saat ini analisis Bawaslu sudah mencapai 492 kab/kota. Jumlah pemilih 176.988.126. Data ganda sebanyak 2.905.116," kata Ketua Bawaslu RI Abhan kepada awak media, Jumat (14/9).

Kemudian Abhan mengatakan hingga hari ini, Jumat (14/9), mereka sudah menganalisis 492 dari 514 Kabupaten/Kota. Menurut Abhan data pemilih ganda ini kemungkinan akan meningkat, lantaran masih ada data pemilih di 22 kabupaten/kota yang belum dianalisis. Sebelumnya, awal pekan ini Abhan mengatakan data ganda mencapai sekitar satu juta pemilih. Angka ini merupakan hasil analisis terhadap DPT di sebagian kabupaten/kota yang tersebar di Indonesia.

Lantas Abhan menyatakan DPT ganda itu ditemukan dengan menyaring berdasarkan tiga kategori, yakni Nomor Izin Kependudukan (NIK), nama, dan tanggal lahir. Hasilnya ditemukan sekitar satu juta data pemilih serupa. "Hasil analisis kegandaan mendasarkan pada elemen NIK, Nama dan Tanggal Lahir yang identik," kata dia.

Bahkan sementara itu kubu bakal calon presiden-wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengklaim menemukan 6,3 juta pemilih ganda dalam DPT. Temuan itu berdasarkan hasil penyisiran yang dilakukan tim internal. "Kami melakukan validasi, ada kejelasan yaitu masih ada 6,3 juta DPT ganda. Ini masih bergulir terus, kemungkinan bisa berkurang lagi," kata Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno di Rumah Pemenangan PAN, Jalan Daksa I, Jakarta Selatan, Senin (10/9).

Menurut Eddy mengatakan pihaknya telah melakukan validasi dan penyisiran atas DPT yang diberikan KPU dalam masa perpanjangan waktu selama sepuluh hari. Terkait itu, KPU menjamin pihaknya akan merekapitulasi DPT hasil perbaikan atau penyempurnaan pada 16 September 2018 mendatang. Selain itu, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Viryan Azis mengatakan data ganda akan terus menyusut setelah dilakukan verifikasi lebih cermat, misalnya dengan menggunakan lebih dari empat kategori.

Hal ini Viryan mengatakan, temuan 6,3 juta data pemilih ganda kali ini dilakukan kubu Prabowo-Sandiaga melalui 185 juta DPT. Selain itu, mereka menggunakan empat kategori untuk memverifikasi data pemilih, yakni nama, NIK, tanggal lahir, dan tempat lahir. ( IP – DW )



Berita Lainnya