Senin , | WIB

Senin, 17 September 2018 - 12:45:42 WIB
DENGAN SKK MIGAS DAN BPH MIGAS POLRI TEKEN PERPANJANGAN MOU
Halo Polisi - Dibaca: 91 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijenpost.com 

Sesuai mengenai Polri meneken perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Menurut Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa menyatakan, pihaknya telah melakukan nota kesepahaman bersama polri sejak 2013-2018. Menurut dia, bersama Polri, sudah ada 3.000 kasus dengan barang bukti yang sudah ditangani. "Jadi kerjasama ini untuk pengawasan, pengamanan dan kapasitas sumber daya manusianya," kata Fanshurullah Asa, Senin, 17 September 2018.

Lalu sementara itu, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan, penandatanganan ini merupakan perpanjangan keempat, dengan kepolisian, utamanya kepolisian di daerah. "Kerjasama ini, untuk mengamankan wilayah kerja di wilayah minyak bumi dan gangguan keamanan di daerah tersebut. Masih ada 328 gangguan dan keamanan di wilayah hulu migas, seperti pencurian migas, pengeboran liar, demontrasi dan lain-lain," kata Amien.

Selanjutnya Amien mengatakan, masih banyaknya pengeboran liar dan pencurian minyak tersebut bisa berpotensi menyebabkan kerugian negara. Ia menyebut, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat itu merupakan salah satu bentuknya. "Salah satunya karena neraca pembayaran kita desifit yang berasal dari minyak atau migas. Maka itu kita tingkatkan minyak dalam negeri dan kita lakukan ekplorasi migas," kata Amien.

Lantas Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian menilai, nota kesepahaman bersama SKK Migas dan BPH Migas ini sangat penting, meskipun sifatnya perpanjangan sampai 2023. "MoU ini bukan sekedar seremonial, tapi kami follow up karena masalah mendasar bagi bangsa ini, adalah energi BBM," kata dia.

Hal ini Tito mengungkapkan, energi memiliki peran krusial dalam pertumbuhan negara. Indonesia, yang masuk dalam OPEC (negara-negara pengekspor minyak) bakal mengalami efek domino dalam sektor ekonomi bila tidak ada pengawalan dalam distribusi minyak dan gas. Sehingga, ia mengharapkan, Polri dapat melakukan pengawalan maksimal dalam sektor distribusi migas. "Kami melihat poin penting apa yang dipikirkan sektor energi sangat penting bagi ketahanan suatu bangsa," ucap Tito. ( IP – BOY )

 



Berita Lainnya