Senin , | WIB

Minggu, 23 September 2018 - 10:17:32 WIB
IKRAR KAMPANYE TANPA HOAKS DAN SARA JOKOWI DAN PRABOWO
Politik & Pemerintahan - Dibaca: 78 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijenpost

Sesuai menyangkut pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berikrar menjalankan kampanye damai Pemilu serentak 2019. Ikrar tersebut ditandai dengan pembacaan deklarasi kampanye damai yang dipandu oleh Ketua KPU dan Ketua Bawaslu di Monas, Minggu (23/9).

Selanjutnya usai membacakan deklarasi, para pasangan calon kemudian melepas burung merpati sebagai simbol perdamaian. Masing-masing pasangan calon kemudian menandatangi prasasti sebagai bentuk pakta ikrar yang telah mereka bacakan. Berikut adalah deklarasi kampanye damai Pemilu 2019 yang dibacakan oleh para peserta Pilpres 2019 di Monas.

Inilah Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Tahun 2019. Kami peserta Pemilu Tahun 2019 berjanji:
Satu: mewujudkan Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil
Dua: Melaksanakan kampanye pemilu yg aman tertib damai berintegritas tanpa hoaks, politisasi SARA, dan politik uang Tiga: Melaksanakan kampanye berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku Jakarta, 23 september 2018.

Kemudian keempat pasangan calon presiden dan wakil presiden lantas memegang merpati putih usai deklarasi tersebut dibacakan, sementara para petinggi Partai di belakangnya memegang merpati berwarna abu-abu. Merpati-merpati itu kemudian diterbangkan sebagai simbol deklarasi kampanye damai.

Sementara Ketua KPU Arif Budiman meminta para peserta pemilu 2019 melakukan kampanye damai dan tidak memainkan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) serta berita hoaks. "KPU berharap peserta pemilu dapat memanfaatkan masa kampanye melalui kampanye damai, tertib, tidak melakukan politisasi SARA, tidak menyebar berita hoaks, tidak melakukan politik uang dan tidak saling menghujat," kata Arif. "Manfaatkan masa kampanye sebaiknya dengan menawarkan visi, miisi, dan program kampanye," ujarnya.

Lanjut Arif mengatakan deklarasi kampanye damai bertujuan agar bisa mengedukasi, memperkenalkan sekaligus sosialisasi peserta pemilu 2019. "Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah kampanye damai anti hoaks untuk menjadikan pemilih berdaulat agar negara kuat," katanya.

Lantas nantinya, kata dia, kampanye diharapkan dapat memberikan pendidikan politik kepada pemilih dan dapat meningkatkan angka partisipasi pemilih. Arief juga melaporkan KPU telah menetapkan 16 bisa partai politik peserta pemilu, 4 parpol lokal dan juga pasangan calon presiden dan wakil presiden.  Selain itu KPU telah menetapkan sebanyak 807 calon anggota DPD peserta pemilu, dan menetapkan daftar calon tetap anggota DPR/DPRD Kabupaten/kota.

"Lalu sesuai dengan tahapan pemilu 2019, masa kampanye dimulai hari ini tanggal 23 September sampai 13 April. Selama masa kampanye peserta pemilu dapat melakukan kegiatan kampanye sesuai ketentuan dan perundangan berlaku," ujarnya. ( IP – DW )

 



Berita Lainnya