Sabtu , | WIB

Rabu, 10 Oktober 2018 - 17:48:51 WIB
DITANGKAP DI JERMAN TERDUGA PELAKU PEMBUNUHAN JURNALIS BULGARIA
Nasional - Dibaca: 225 kali


Intelijenpost.com

Bulgaria, Intelijenpost

Sesuai mengenai otoritas penegak hukum Bulgaria mengumumkan identitas terduga pelaku pembunuhan dan pemerkosaan jurnalis perempuan bernama Viktoria Marinova. Ketua Jaksa Penuntut Sotir Tsatsarov berkata seperti dilansir AFP Rabu (10/10/2018), terduga pelaku bernama Severin Kasimorov, dan lahir pada 1997. 

Mengenai hal ini, sementara Menteri Dalam Negeri Mladen Marinov dalam konferensi pers menuturkan, Kasimorov ditangkap di Jerman, dan diekstradisi pada Selasa malam waktu setempat (9/10/2018). "Kami mempunyai cukup bukti yang menghubungkan orang itu dengan pembunuhan yang terjadi pada pekan lalu," demikian penjelasan Marinov.

Lalu sementara Tsatsarov memaparkan Kasimorov mempunyai catatan kriminal di mana dia pernah terlibat kasus perkosaan dan pembunuhan sebelumnya. Tsatsarov berujar, bukti awal belum menunjukkan jika Marinova dibunuh karena menyelidiki dugaan korupsi yang melibatkan dana Uni Eropa (UE). "Bukti yang ada menunjukkan pria itu menyerang korban secara spontan. Namun, kami bakal menginvestigasi segala kemungkinan," janji Tsatsarov.

Lantas sebelumnya, jenazah Marinova ditemukan di sekitar trek jogging dekat Sungai Danube di kota Ruse Sabtu pekan lalu (6/10/2018). Dari hasil pemeriksan, jurnalis televisi lokal TVN itu diperkosa dan disiksa sebelum dibunuh dengan luka di bagian kepala dan dicekik. Muncul dugaan wartawan berusia 30 tahun itu dibunuh karena mengusut dugaan korupsi melibatkan dana Uni Eropa (UE) yang melibatkan pengusaha besar dan politisi.

Hal ini apalagi, dia sempat membawakan acara bernama Defector dengan episode pertamanya mengudara pada 30 September lalu. Dalam acara itu, Marinova mewawancarai jurnalis investigasi Dimitar Sotyanov dari situs Bivol.bg dan Attila Biro dari Proyek Pengembangan Romania. Dalam penjelasannya, polisi menjelaskan tidak ada bukti pembunuhan Marinova ada hubungannya dengan penyelidikan dugaan korupsi.

Bahkan selain itu, mereka mengaku tidak menerima informasi dia diancam sebelum dibunuh. Namun, pendapat berbeda disuarakan pemilik Bivol.bg Asen Yordanov. Yordanov menyatakan dia menerima kabar yang terpercaya bahwa hidup Marinova dalam bahaya dikarenakan materi berita yang disajikannya. "Dilihat dari cara pembunuhannya, kematian Marinova menurut saya merupakan bentuk eksekusi. Sesuatu seperti peringatan," papar Yordanov.

Sementara BBC memberitakan, ratusan orang dari seluruh Bulgaria berkumpul dan berkabung bagi Marinova di negara UE yang dilaporkan begitu buruk dalam urusan kebebasan pers. Marinova menjadi jurnalis yang dibunuh di Eropa dalam setahun terakhir. Sebelumnya, wartawan Slovakia Jan Kuciak ditembak mati Februari lalu. Kemudian jurnalis investigasi terkenal Malta, Daphne Caruana Galizia, tewas setelah mobil yang ditumpanginya meledak pada Oktober 2017. ( IP - *** )


 



Berita Lainnya