Senin , | WIB

Rabu, 10 Oktober 2018 - 23:12:08 WIB
KPK MAU DIPERCAYA RAKYAT HARUS REKRUT ANGGOTA DILUAR APARAT HUKUM LSM :
Nusantara - Dibaca: 75 kali


Intelijenpost.com

Surabaya, Intelijenpost

Ketua Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA- PPD ) Seluruh Indonesia, Lahane Aziz mengatakan, dari sistim rekrut anggota Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), dia ( Aziz ) menilai tidak profesional sehingga cara kerja anggota maupun penyidiknya tak optimal jadi aparat hukum dan para politikus dapat intervensi Lembaga Anti Rasua tersebut.

Menurut LSM dari semula sudah tidak setuju dengan cara rekrut anggota  oleh KPK, katanya bentuk kerjanya independen dan tidak dapat di intervensi oleh siapapun juga, tapi kenyataannya cara merekrut anggota  sudah bertentangan dengan kemandirian ( independensinya ), sebab kalau betul – betul independen dan tidak dapat di intervensi oleh aparat hukum dan para politikus, seharusnya jangan merekrut anggota maupun penyidiknya dari anggota Kepolisian, Jaksa, Hakim yang masih terikat dengan dinasnya masing – masing, ujar Aziz.

Hal ini terbukti, dengan adanya KPK merekrut dua anggota Pilisi yang masih aktif di kesatuan dinasnya, dan dua anggota Polisi tersebut yakni, Ajun Komisaris Besar  Roland Ronaldy dan Komisaris Harun yang duduga menghilangkan atau merusak Barang Bukti ( BB ) terkait kasus Basuki Hariman, ini masalahnya sehingga terkesan tidak profesional dan tidak optimal kerjanya sebagai penyidik KPK, ujarnya.

Untuk itu LSM minta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), kalau mau didukung dan dipercaya rakyat harus, “ rekrut anggota diluar aparat hukum, “ sebab cara rekrut anggota ini tidak dirubah akan merusak dan membahayakan institusi dalam KPK itu sendiri , padahal tenaga – tenaga profesional yang mengerti dan faham tentang hukum masih banyak yang antri untuk duduk sebagai anggota maupun penyidik di KPK antara lain, dari kampus ( Dosen ), Pengacara, LSM, serta dari instansi – instansi lain yang sudah pensiun dari tugasnya, kata Aziz.

Imbuhnya, percayalah kalau sampai KPK tidak merubah sistim rekrutmen anggota dan penyidiknya serta masih rekrut dari aparat hukum yang masih aktif di dinasnya, jelas patut diduga Lembaga Anti Rasua ini dijadikan mesin politik, intervensi hukum serta adakan tebang pilih dalam melaksanakan tindak korupsi terhadap pelakunya kelas menengah ke bawa, pungkas Aziz. ( IP - *** )  



Berita Lainnya