Senin , | WIB

Kamis, 11 Oktober 2018 - 18:12:25 WIB
SAUDI JADI OTAK DI BALIK WARTAWAN HILANG DI TURKI AS SEBUT
Nasional - Dibaca: 66 kali


Intelijenpost.com

Amerika Serikat, Intelijenpost

Sesuai berdasarkan intersepsi intelijen Amerika Serikat, Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, disebut memerintahkan operasi untuk menargetkan Jamal Khashoggi.

Selanjutnya ia adalah wartawan pengkritik Raja Salman yang hilang di Turki pada pekan lalu. Khashoggi dinyatakan hilang setelah memasuki gedung Konsulat Saudi di Istanbul pada Selasa (2/10) siang. Sejak itu, ia tak pernah terlihat keluar dari gedung diplomatik tersebut. Berdasarkan keterangan pejabat AS yang tak ingin disebut identitasnya, The Washington Post menyebut sejumlah pejabat senior Saudi diketahui merencanakan untuk melacak keberadaan Khashoggi, Kamis (11/10).

Kemudian mengutip AFP, beberapa kolega Khashoggi yang juga wartawan mengatakan beberapa pejabat senior Saudi telah mendekatinya dan menawarkan perlindungan hingga jabatan tinggi di pemerintah jika ia mau pulang ke Saudi. Namun, sejauh ini Khashoggi skeptis dan menolak tawaran-tawaran itu. "Apakah kalian bercanda? Tentu saya tidak percaya mereka (Saudi) sedikit pun," ucap salah satu kerabat, Khaled Saffuri, menceritakan kembali ucapan Khshoggi kepadanya seperti ditulis The Washington Post.

Mengenai percakapan itu papar Sauffir terjadi beberapa jam setelah Khashoggi menerima telepon dari Saud al-Qathani, Penasihat Pengadilan Kerajaan Saudi. Sementara itu, seorang mantan pejabat intelijen AS memungkinkan operasi "penghilangan" Khashoggi dieksekusi oleh sejumlah utusan pangeran Mohammed yang diterbangkan langsung ke Istanbul. Utusan-utusan itu terdiri dari 15 orang dan tergabung dalam dua tim. Mereka disebut terbang menggunakan pesawat pribadi yang tiba dalam waktu yang berbeda.

Lantas pejabat itu menganggap tim-tim tersebut diutus untuk membawa Khashoggi kembali ke Saudi untuk kemudian ditahan. Namun, otoritas Turki memiliki spekulasi berbeda. Ankara menyimpulkan bahwa operasi apapun yang menargetkan Khashoggi, wartawan The Washington Post itu telah dibunuh di dalam gedung konsulat.

Menurut tIm penyelidik belum memang menemukan jasad Khashoggi, namun otoritas Turki telah melihat rekaman CCTV konsulat yang menunjukkan bahwa Khashoggi memasuki gedung tersebut, namun tidak pernah terlihat keluar lagi. Rekaman itu menunjukkan seorang pria yang diyakini sebagai Khashoggi memasuki gedung konsulat sekitar puklu 13.14 waktu Istanbul pada Selasa (2/10).

Sementara salah satu rekaman CCTV lainnya menunjukkan beberapa warga Saudi tiba di bandara Istanbul di hari yang sama sekitar pukul 03.30. Dari bandara, pria-pria tersebut langsung bergegas menuju sebuah hotel. Sebuah kendaraan juga tertangkap CCTV memasuki gedung konsulat tak lama setelah Khashoggi masuk. Mobil itu lalu keluar menuju kediaman Konsul Jenderal Saudi yang berjarak tak jauh dari kantor diplomatik tersebut sebelum pukul 15.00.

Menyangkut media lokal berspekulasi Khashoggi telah dibawa dalam kendaraan tersebut. Khashoggi merupakan salah satu kolumnis The Washington Post. Sebelum berkiprah di media, dia merupakan mantan penasihat pemerintah Saudi yang kabur ke Amerika Serikat pada tahun lalu untuk menghindari kemungkinan ditahan otoritas Saudi.

Bahkan Khashoggi mengaku otoritas Saudi memblokir akun Twitter-nya sebelum dia meninggalkan negaranya itu. Selama berkiprah sebagai wartawan, Khashoggi kerap menulis kritik terhadap pemerintahan Saudi, tertutama kebijakan-kebijakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Lalu dia juga kerap menentang intervensi Saudi selama ini dalam perang sipil di Yaman. Insiden hilangnya Khashoggi menyorot perhatian publik internasional. Amerika Serikat bahkan mendesak Saudi menjelaskan perkara tersebut. Sejumlah analis menilai kasus Khashoggi juga berpotensi memicu krisis politik antara Washington dan Riyadh, di mana keduanya merupakan sekutu dekat. ( IP - *** )



Berita Lainnya