Sabtu , | WIB

Jumat, 12 Oktober 2018 - 05:11:02 WIB
MENDIKBUD MINTA TAK MOGOK MENGAJAR TAPI NASIB GURU HONORER TERLUNTA LSM :
Pendidikan & Kesehatan - Dibaca: 102 kali


Intelijenpost.com

Surabaya, Intelijenpost

Ketua Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA – PPD ) Seluruh Indonesia, Lahane Aiziz mengatakan, Mendikbud minta tak mogok mengajar berarti pemerintah maunya menang sendiri, sedangkan nasib guru honorer masih hidup terlunta – lunta ibarat sipengemis dengan terpaksa menerima sesuap nasi dari hambanya.

Mengenai data dan informasi yang dhimpun LSM. PKA- PPD, menyangkut Surat Keputusan Kepala Sekolah SD, SMP, SMA, dari sekolah masing – masing daerah, dan copy kartu peserta ujian CPNS 2013 Formasi Tenaga Honorer Katagori 2 yang rata – rata sudah melaksanakan honorer mulai dari Tahun 2003 – 2005, saat belum juga diangkat menjadi CPNS, hal ini ditemukan banyak di Ambon ( Maluku ) dan Nusa Tenggara Timur ( NTT ) , ujar Aziz.

Selanjutnya salah satu contoh yang ditemukan LSM: Kartu Peserta Ujian CPNS 2013 Formasi Tenaga Honorer Katagori 2 ( K2 ) Instansi: Pemerintah Kota Ambon, Unit Kerja/ Lokasi: Sekolah Dasar, Nomor Peserta: 7871-12-00255-2 Nama: RUSNAWATI, Jenis Kelamin: Perempuan, Tempat/Tanggal Lahir: Ambon, 15 September 1984, Kelompok Tugas: Tenaga Guru, Kelompok Pendidikan: SMA – D III, Lokasi/Waktu Tes: SMA Negeri 1 Ambon/08.00 WIT s/d selesai.

Dengan hasil temuan LSM ini, dia ( Aziz ) mengatakan, yang bersangkutan ( RUSNAWATI ) mohon kepada pemerintah ( Presiden Joko Widodo ) melalui Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan – RI, agar nasibnya diperhatikan mengingat dia sudah mengabdi sebagai tenaga  honorer ( Guru ) mulai dari Tahun 2005 – sampai saat ini Tahun 2018.

Disamping itu juga dia sudah mengikuti Ujian CPNS 2013 Formasi Tenaga Honorer Katagori 2 ( Lulus K2 ), namun belum juga diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) atau Guru tetap, padahal LSM juga sudah memasukan surat permohonannya di Kantor Mendikbud – RI, yang menerima surat: DIONO No. 5733128 pada tanggal 28 Agustus 2017, kata Aziz.

Lantas berita yang dilansir Intelijenpost mengenai, ribuan guru honorer di sejumlah daerah mengancam untuk aksi mogok mengajar serentak. Mendikbud Muhadjir Effendy meminta para guru honorer itu untuk tak melanjutkan aksinya. "Saya imbau jangan mogok lah karena itu menyangkut anak-anak didiknya," ujar Muhadjir di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Hal ini, Muhadjir meminta para guru honorer menghindari aksi yang akan mengganggu kegiatan belajar mengajar. Sebab, selain merugikan para siswa, mogok belajar tersebut juga akan mengurangi profesionalisme para guru honorer tersebut. "Tapi kita tetap menghargai apa itu pendapat, apalagi itu juga berkaitan dengan nasib itu akan kita hargai betul," katanya.

Kemudian Muhadjir mengatakan, pada dasarnya, pemerintah memperhatikan nasib para guru honorer tersebut. Bahkan, jauh hari sebelum aksi tersebut dilakukan pemerintah telah melakukan dialog-dialog untuk mencari solusi atas permasalahan guru honorer yang sudah berlarut-larut ini. "Untuk dicarikan jalan keluar karena ada masalah yang harus diselesaikan, pertama masalah legal formalnya kemudian juga masalah teknis permasalahannya pada prinsipnya pemerintah tetap memperhatikan," tutur Muhadjir.

"Menurutnya, karena itu jangan mogoklah gitu karena kalau mogok mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa yang bekerja tidak baik untuk keberlangsungan pendidikan," imbuhnya. Sebelumnya, ribuan guru di Sukabumi dan Kabupaten Banyuwangi menggelar aksi mogok mengajar. Aksi dilakukan salah satunya menolak rekrutmen CPNS 2018. ( IP - *** )

 



Berita Lainnya