Sabtu , | WIB

Kamis, 18 Oktober 2018 - 23:19:25 WIB
PERANCIS TAK HADIR KONFERENSI DI SAUDI TERKAIT KHASHOGGI
Nasional - Dibaca: 92 kali


Intelijenpost.com

Riyad, Intelijenpost

Sesuai mengenai Menteri Ekonomi Perancis Bruno Le Maire tak akan menghadiri konferensi investasi besar di Arab Saudi. Hal ini dilakukan terkait menghilangnya wartawan Saudi Jamal Khasshogi.

"Menurutnya, saya tidak akan datang ke Riyadh minggu depan ," jelas Le Maire kepada TV Public Senat di Perancis. "Situasi saat ini tidak memungkinkan saya untuk pergi ke Riyadh," tambahnya lagi. Le Maire menambahkan bahwa Presiden Emmanuel Macron menyebutkan minggu lalu bahwa hilangnya Khashoggi adalah masalah yang sangat serius. "Hal yang sangat penting saat ini adalah kebenaran yang harus diungkap," jelasnya lagi.

Lantas ia menjelaskan bahwa penarikan dirinya dari pertemuan ini telah diberitahukan kepada Saudi Rabu. Khashoggi yang hidup sebagai pelarian di Amerika Serikat adalah kontributor bagi Washington Post. Ia menghilang setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. Wartawan ini kerap mengkritisi kebijakan Arab Saudi.

Mengenai otoritas Turki mengklaim bahwa Khashoggi telah dibunuh dan dicabik di dalam konsulat dengan tim pembunuh yang datang dari Riyadh menggunakan jet pribadi. Namun, pengutusan mereka ini disangkal oleh Saudi. Keputusan Le Maire untuk keluar dari konferensi Future Investment Initiative pada 23-25 Oktober ini menyusul langkah ketua IMF Christine Lagarde yang juga batal datang.

Dalam konferensi ini disebut-sebut sebagai konferensi ekonomi "Davos" versi Timur Tengah. IMF menyebut bahwa Legarde telah menunda perjalanannya ke Timur Tengah tanpa penjelasan. Semetara itu Meneteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyebut akan memutuskan pada Kamis apakah akan menghadiri konferensi itu atau tidak.

Kemudian beberapa perusahaan raksasa dan media dari Barat juga telah membatalkan kunjungan mereka ke konferensi yang diadakan oleh Saudi itu. Saudi adalah pembeli senjata kedua terbesar dari Perancis antara 2008-2017, setelah India. Negara ini telah menandatangani kesepakatan pembelian senjata senilai 12 miliar euro (Rp210 triliun) kepada Perancis. ( IP - *** )



Berita Lainnya