Sabtu , | WIB

Selasa, 30 Oktober 2018 - 05:37:16 WIB
LSM MINTA PIHAK LAIN TAK INTERVENSI KPK MASALAH HUKUM
Politik & Pemerintahan - Dibaca: 93 kali


Intelijenpost.com

Surabaya, Intelijenpost

Ketua. Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA – PPD ) Seluruh Indonesia, Lahane Aziz mengatakan, pihak lain yakni, Legislatif, Yudikatif, Eksekutif, Partai Politik maupun Organisasi apapun tak boleh intervensi KPK masalah hukum.

Menurut aziz, Legislatif, Yudikatif, Eksekutif, Partai Politik dan Organisasi apapun, supaya menjalankan tugas dan fungsinya sesuai aturan dan Undang – Undang yang sudah diatur berdasarkan Undang – Undang Dasar 1945 serta berlandaskan Pancasila, jadi jangan sekali – kali, “ Politik bisa menginjak – injak hukum, “ alias intervensi hukum, ujar Aziz.

Lanjut Aziz, suatu bangsa dan negara tanpa diatur oleh hukum maka negaranya akan bubrah, hancur berantakan karena timbul keributan dimana – mana dan rakyat juga yang menderita, contoh fakta yang kita ambil saat ini seperti terjadi di negara – negara jasirah Arab yang negaranya bergejolak sehingga rakyatnya mengungsi dan tak tahu bagaimana nasibnya, kata Aziz.

Sementara masalah korupsi makin meningkat, dengan adanya Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) ditegakan dan tak henti – henti adanya Operasi Tangkap Tangan ( OTT ) yang saat ini sudah 101 pejabat yang ditangkap mulai dari Bupati, Walikota, Gubernur, Menteri, Kepala Dinas,dan pihak lain yang berkopeten dengan masalah korupsi, pungkas Aziz.

Selanjutnya berita yang dilansir Intelijenpost mengenai, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah meminta agar pencegahan Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan tak diintervensi oleh politik.

Hal ini, dia tak ingin politik mengintervensi kerja-kerja pemberantasan korupsi, terutama setelah Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais mendatangi KPK meski gagal menemui Ketua Agus Rahardjo. "Kami harap jika ada pihak-pihak yang berkepentingan dengan penanganan perkara di KPK silahkan tempuh jalur hukum, jangan sampai ada intervensi politik terhadap kerja KPK," ujar Febri dalam pesan singkatnya, Senin (29/10)

Lanjut ia menambahkan KPK berwenang untuk memproses kasus korupsi yang melibatkan semua pihak, tanpa tebang pilih. Selama ini KPK sudah banyak menjerat banyak pihak, mulai dari unsur eksekutif, legislatif, sampai yudikatif. "KPK telah memproses sejumlah pelaku kasus korupsi dari berbagai latar belakang, baik di tingkat DPR, DPRD, Kepala Daerah ataupun pejabat lainnya." ujarnya.

Bahkan Febri mengimbau, dalam keadaan berduka hari ini terkait insiden jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, kepada semua pihak untuk tidak menuding KPK tanpa dasar. Terkait dengan pencegahan Taufik Kurniawan telah dilayangkan oleh KPK sejak tanggal 26 Oktober 2018. Pencegahan pun merupakan kewenangan KPK sebagai lembaga penegak hukum yang diberikan undang-undang.

"Mengenai pelarangan ke luar negeri merupakan kewenangan yang diberikan UU pada penegak hukum, termasuk KPK." kata dia. Terkait pencegahan Taufiq, Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais pun menyambangi KPK. Dia hendak menemui Ketua KPK Agus Rahardjo.

Lantas berada di dalam Gedung KPK sekitar 45 menit, Amien lantas keluar dari gedung itu dan menyatakan bahwa ia gagal menemui Agus dan komisioner KPK lainnya karena tak sedang berada di kantor. Bahkan dia menyebut KPK tak angker seperti yang diberitakan selama ini, "Saya titip pesan bahwa KPK tak angker sama sekali dan diangker-angkerkan, insyaallah kita datang lagi, kita enggak anggap KPK angker kok, kita mau baik-baikan saja," kata Amien.

Sementara sebelum ke KPK, Amien sempat mengancam lembaga antirasuah tersebut. Amien menyebut bahwa dunia itu berputar. "Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan langsung dicekal, jadi Anda Agus Rahardjo hati-hati, dunia berputar," cetus Amien. Selain itu, Amien juga turut membela Taufik Kurniawan yang dicegah ke luar negeri selama enam bulan ke depan.

Lalu menurut Amien, dosa Taufik Kurniawan tak sebanding dengan beberapa oknum terkait kasus korupsi lainnya yang pernah dicegah KPK keluar negeri. "Mengenai Agus ini saya ingat, dulu ada Aguan dan Sunny Tanuwijaya, anak kandungnya Aguan namanya Richard Halim Kesuma, itu pernah dicekal KPK, sementara Taufik Kurniawan saya kira ini dibandingkan dosanya Aguan ini bukan apa-apa," kata Amien. ( IP - *** )

 



Berita Lainnya