Sabtu , | WIB

Rabu, 07 November 2018 - 19:15:22 WIB
PERLAWANAN TERHADAP PERBUDAKAN MODERN PANGERAN CHARLES SERUKAN
Nasional - Dibaca: 72 kali


Intelijenpost.com

Accra, Intelijenpost

Sesuai menurut Pangeran Charles menyerukan perlawanan terhadap perbudakan modern ketika berkunjung ke Ghana, sebuah negara yang menjadi titik keberangkatan orang Afrika dijual sebagai budak. Melansir berita ini, Selasa (6/11/2018), dalam turnya pada awal pekan ini di Afrika Barat, Pangeran Charles menyebut penderitaan budak trans-Antlantik yang diperdagangkan begitu mendalam.

Lantas Pangeran Charles itu dan istrinya, Camilla, mengunjungi Kastil Osu, yang dulu merupakan benteng perbudakan di Accra. Dibangun pada 1661, kastil tersebut merupakan sel penahanan utama bagi budak Afrika. Tempat itu juga menjadi markas pemerintah kolonial Inggris. "Noda dalam sejarah dunia kita yang tak bisa terhapuskan," ujarnya.

Selanjutnya pedagang asal Inggris merupakan partisipan terbesar di Atlantik, hingga mencapai 12 juta orang Afrika yang dijual menjadi budak. Kemudian, Inggris menghapus perdagangan budak trans-Antlantik pada 1807. "Inggris bisa berbangga karena memimpin jalan penghapusan perdagangan yang memalukan," ujarnya.

Kemudian pewaris tahta kerajaan Inggris itu menyatakan, pemerintah bertanggung jawab memastikan perdagangan hina itu tak pernah terlupakan. "Kita membenci eksistensi perbudakan modern," tuturnya. Pada Senin malam, Presiden Ghana Nana Akufo-Addo menggelar jamuan makan malam kenegaraan untuk menyambut kunjungan anggota keluarga kerajaan Inggris.

Sementara selain Ghana, Pangeran Charles juga singgah di Gambia untuk menyambut baik kembalinya negara tersebut pada Persemakmuran. Pangeran Charles awal tahun ini dinobatkan sebagai kepala negara Persemakmuran, menggantikan ibunya, Ratu Elizabeth II.

Pada Selasa lalu, Charles dan Camilla tiba di Nigeria dan disambut oleh Presiden Muhammadu Buhari di Presidential Villa. ( IP - *** )


 



Berita Lainnya