Kamis , | WIB

Rabu, 14 November 2018 - 18:03:57 WIB
PEMBUNUH KELUARGA DI BEKASI POLISI DUGA LEBIH DARI SATU ORANG
Halo Polisi - Dibaca: 360 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijenpost

Mengenai pelaku pembunuhan satu keluarga di Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi diduga lebih dari satu orang. Dugaan itu berdasarkan hasil penyelidikan sementara pihak kepolisian terhadap kasus ini. "Ya itulah [ada dugaan pelaku lebih dari satu orang]," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Indarto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (14/11).

Selanjutnya dia mengatakan ada kemungkinan kepolisian mengungkap pelaku dalam waktu dekat. Ditemui terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan pihaknya sudah memeriksa dua belas orang saksi. Selain itu, kepolisian sudah menemukan beberapa barang bukti yang ditemukan di TKP. "Ada baju korban.

Lantas semua yang ada kaitannya dengan kejadian itu kami jadikan barang bukti," ucap Argo. Namun kala ditanya soal motif pembunuhan, Argo bilang masih menunggu proses penyidikan rampung. Pembunuhan terhadap satu keluarga di Bekasi, pada Selasa (13/11) dini hari diketahui pertama kali oleh seorang saksi setelah menemukan sejumlah kejanggalan.

Kemudian seorang saksi itu curiga setelah melihat gerbang kontrakan korban sudah terbuka. Televisi di rumah korban juga menyala.  Saat dipanggil korban pun tak menjawab. Saksi tersebut lantas mengajak sejumlah orang melihat rumah korban dan menemukan satu keluarga yakni Diperum Nainggolan (38), Maya Ambarita (37), Sarah Nainggolan (9), Arya Nainggolan (7), telah tewas.

Sementara dari hasil pemeriksaan TKP polisi menyatakan dua mobil milik korban hilang yakni Nissan X-Trail, Honda HR-V. Selain itu tidak ada barang berharga lain yang hilang. "Untuk barang berharga ada beberapa yang enggak hilang misalnya kalung, dan uang, enggak hilang," ucap Indarto di Bojong Nangka, Jatirahayu, Pondok Gede, Bekasi, Selasa (13/11).

Namun atas temuan sementara itu polisi menduga motif pembunuhan bukan berdasarkan motif ekonomi. "Sementara ini sedang kita kaji dan sementara ini kecenderunganya bukan ekonomi. Kecenderunganya ya, tapi semua motif masih kita buka," kata Indarto. ( IP – BOY )

 



Berita Lainnya