Minggu , | WIB

Kamis, 13 Desember 2018 - 06:22:30 WIB
SISTIM KERJA BC HARUS DIRUBAH LSM : AGAR IMPORTIR NAKAL TERHIMPIT
Pelabuhan - Dibaca: 160 kali


Intelijenpost.com

Surabaya, Intelijenpost

Sesuai mengenai Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai menangkap 4 tersangka anggota jaringan sindikat narkotika internasional dengan barang bukti ekstasi sebanyak 15. 410 butir. “Penyelendupan ekstasi dari Belanda masuk melalui Port Klang Malaysia dan Tanjung Pinang,” kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Inspektur Jenderal Polisi Arman Depari saat konferensi pers di Jakarta pada Rabu, 12 Desember 2018.

Lantas menyangkut berita ini, Intelijenpost coba konfirmasi dengan Ketua Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA – PPD ) Seluruh Indonesia, Lahane Aziz mengatakan, sudah berulangkali dia minta kepada Bea dan Cukai ( BC ) agar merubah sistim atau mencabut izin impor khusus yakni, melalui jalur Hijau dan jalur Merah, karena dengan izin ini BC memberikan kepada importir tertentu dan di dalamnya yang memakai izin tersebut,  diduga para pemain alias mafia impor, ujarnya.

Lanjut Aziz, selama sistim ini belum dirubah atau dicabut secara tidak langsung BC memberikan peluang kepada importir nakal dan pemilik barang haram ( narkotika ) tetap dapat lolos impor melalui jalur Hijau dan jalur Merah, sebab sistim kerja dua jalur ini dibilang pengawasannya tidak ketet karena aturan BC yang berikan kelonggaran mengenai kelengkapan dokumen yang diperiksa sepintas saja dan barangnya berupa container sudah bisa langsung keluar pelabuhan dan dibawa serta dibongkar di gudang berikat.

Kemudian barang impor tadi dibongkar di gudang berikat, disinilah LSM berindikasi bahwa petugas BC yang jaga di gudang berikat tersebut juga diduga telah diatur sehingga importir atau pemilik barang haram ( narkotika ) dengan leluasa mengeluarkan dari container tadi dan barang narkotika tersebut sudah pindah tangan ke – pemiliknya, Aziz berujar.

Imbuh Aziz, kenapa sistim kerja jalur Hijau dan jalur Merah menjadi andalan BC sebagai sumber penghasilan besar dan menguntungkan negara, data dan informasi yang didapat LSM mengatakan, pemberian izin khusus jalur Hijau dan jalur Merah untuk importir ini adalah orang tertentu dengan diberikan kepercayaan untuk memasukan keuntungan bagi negara sebab sudah menaruh uang jaminan terlebih dahulu melalui pihak BC ( Kementerian Kuangan ).

Sementara disisi lain BC ( pemerintah ) tidak berpikir masalah dampaknya padahal dengan sistim inilah diduga banyak terjadi penyimpangan contohnya: Pemberitahuan Impor Barang ( PIB ) tidak sesuai isi dalam container sehingga hal ini jelas bertentangan dengan dokumen impor seperti belum lama ini, BC menangkap dua container sesuai PIBnya kain dan spare part ternyata isi dilam separuh container adalah minuman keras ( miras ) sehingga negara dirugikn karena importir sudah spikulasi misalnya berikan jaminan RP. 5 meliar, sedangkan barang yang diselundupkan nilainya Rp. 25 meliar, tutup Aziz.

Selanjutnya berita yang dilansir Intelijenpost mengenai, Arman menjelaskan pihaknya dan Bea Cukai menerima informasi tentang rencana penyelendupan ekstasi dari Belanda ke Surabaya.  Kemudian dilakukan koordinasi dengan Bea Cukai Tanjung Pinang, Bea Cukai Jawa Timur dan Bea Cukai Tanjung Perak. Tiga tersangka berinisial SP, FM, dan AS ditangkap di Jakarta pada 2 Desember 2018. Mereka menempelkan sebagian bungkusan ekstasi di badan menggunakan teknik body wrapping dililitkan dengan korset. Sebagian ekstasi lainnya dimasukkan ke dalam tas.

Sementara Arman mengatakan petugas melakukan pengembangan kasus dengan cara controlled delivery ke Surabaya atau biasa disebut penyerahan dalam pengawasan petugas.  Sampai di Surabaya, petugas melakukan penangkapan sekaligus penggeledahan. Ternyata terdapat tersangka lagi sehingga total tersangka menjadi empat orang

Lalu dalam pengembangan kasus, tersangka keempat berinisial IWS sendiri ditangkap di sebuah kamar hotel di Surabaya pada 6 Desember 2018.  “Setelah keluar kamar seusai mengambil paket yang ditinggalkan,” ujar Arman. Para tersangka penyelundup narkoba jenis ekstasi terancam hukuman mininal 4 tahun dan maksimal hukuman mati. ( IP - )

 



Berita Lainnya