Senin , | WIB

Senin, 08 Desember 2014 - 18:56:25 WIB
EKSISTENSI PEDOMAN PRILAKU HAKIM DI INDONESIA
Kabar Redaksi - Dibaca: 17096 kali


Oleh : Lahane Aziz, Pimpinan redaksi Intelijen post

Etika profesi atau pedoman prilaku hakim yang mengatur nilai – nilai moral, kaidah – kaidah penuntun serta aturan prilaku yang seharusnya dipegang teguh oleh seorang hakim dalam menjalankan tugas dan profesinya sebagaimana tersebut dan terurai pada bagian sebelumnya merupakan nilai – nilai yang bersifat universal, yaitu terdapat di Negara mana pun bahkan dimasa lalu sekalipun.

Dalam sejarah perkembangan di Indonesia , etika profesi hakim atau Pedoman Prilaku hakim dirumuskan pertama kali dengan Keputusan Nomoir 2 Tahun 1966 pada Rapat Kerja Pengadilan Tinggi dan pengadilan negeri bersama Mahkamah Agung Republik Indonesia . Pada masa itu, Pedeoman Prilaku Hakim masih menggunakan istilah Kode Kehormatan Hakim yang berarti segala sifat batinia dan sikap – sikap lahiriah yang wajib dimiliki dan diamalkan oleh para hakim untuk menjamin tegaknya kewibawaan dan kehormatan Korps hakim.

Hasil Rapat kerja ini kemudian ditetapkan kembali dengan Surat Keputusan Bersama Ketua Mahkamah Agung RI dan Menteri Kehakiman pada bulan Maret 1988. Dalam perkembangan berikutnya, kode etik hakim yang dijadikan acuan bagi para hakim Indonesia saat ini adalah berdasarkan hasil Musyawarah Nasional Ikatan Hakim Indonesia ( IKAHI ) ke – 13 pada tanggal 30 Maret Tahun 2000 di Bandung.

Dalam Kode Etik Hakim Indonesia yang dihasilkan pada Musyawarah Nasional IKAHI tersebut disublimasikan sifat – sifat yang harus dimiliki oleh hakim Indonesia, yaitu yang digambarkan dalam lambing Pnca Darma Hakim, meliputi : Kartika, bintang yang melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa : Cakra, senjata ampuh dari Dewa Keadilan yang memusnahkan segala kebatilan, kedzaliman dan ketidakadilan : Cakra, bulan yang menerangi segala tempat yang gelap, sinar penerangan dalam kegelapan yang berarti bijaksana dan berwibawa : Sari, bunga yang semerbak wangi mengharumi : dan, Tirta, air yang membersihkan segala kotoran di dunia yang berarti bahwa hakim itu jujur. Sifat – sifat tersebut kemudian dijabarkan kembali dalam bidang kedinasan maupun di luar kedinasan.

Berita Lainnya