Jumat , | WIB

Senin, 31 Desember 2018 - 09:18:46 WIB
P3SI INGATKAN MASYARAKAT TAK TERPECAH BELAH JELANG PILPRES
Nusantara - Dibaca: 284 kali


Intelijenpost.com

Surabaya, Intelijenpost

Ketua umum Paguyuban Pejuang Pers Seluruh Indonesia ( P3SI ) Lahane Aziz  mengungkapkan ada potensi terpecahnya masyarakat menjadi dua kubu menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Perpecahan ini kemudian diperparah dengan banyaknya perbedaan mulai dari suku, agama, ras, dan antar golongan.

Menurut Aziz, tidak ada perbedaan suku, agama, ras, dan atau golongan, sebab rakyat Indonesia sudah tidak kaget dengan permainan politik, karena rakyat sekarng ini sudah mengakui bahwa Negara Kesatuan Repoblik Indonesia ( NKRI ), “ sebagai harga mati , “ jadi persatuan dan kesatuan telah kokoh, sebab di dalam batang tubuh NKRI ini tidak ada perbedaan mulai dari suku, agama, ras, dan antar golongan, “ dengan tekad kita adalah satu, “ rakyat Indonesia, kata Aziz.

Lanjut dia ( Aziz ) mengatakan, rakyat Indonesia yang bernaung di sumpah NKRI sebagai harga mati siap mengikuti Pemilihan Presiden ( Pilpres ) 2019, dengn rasa aman, tentram dan memilih Presiden dan Wakil Presiden sesuai hati nurani masing – masing tanpa ada yang memaksa atau mempengaruhi dari partai politik apapun juga, ujar dia

Karena calon Presiden dengan nomor urut 1 Jokowi atau Jokowidodo, dan calon Presiden dengan nomor urut 2 Prabowo Subianto, kedua calon tersebut adalah putra bangsa Indonesia, jadi kalau dari dua calon ini ada satu yang menang, “ itulah Bapak Presiden kita, “ Presiden Repoblik Indonesia dan ini Presiden milik kita semua Negara Kesatuan Repoblik Indonesia ( NKRI ) dengan motto: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh, Dan Berkelahi Kita Hancur, berujar Ketua umum P3SI ini di Surabaya, Senin ( 31/12/2018 ) baru lalu.

Lantas dia juga menyebut, konsep Bhinneka Tunggal Ika harus diusung menjelang pesta demokrasi berkasta tertinggi di Indonesia tersebut. Menurut dia, konsep tersebut akan mempersatukan perbedaan yang ada. "Seharusnya dari perbedaan yang ada kita angkat kebersamaan yang ada. Nah ini yang akan mempersatukan kita ke depan untuk menjadi negara yang besar dan maju," ujar Aziz.

Lanjut Aziz mengharapkan, jangan ada  potensi pasangan calon untuk melakukan kampanye hitam, karena hal ini, bisa berpeluang menimbulkan disintegrasi di lapisan masyarakat. "Kalau ada program itu harus dibatalkan, tapi tidak menutup kemungkinan akan terjadi kampanye hitam dengam isu SARA. Bisa terjadi gesekan hingga disintegrasi," pungkas Aziz.

Mengenai kebersamaan ini, menurut Aziz, harus dipupuk demi menjaga Indonesia sebagai satu negara besar. Aziz mengatakan Indonesia sudah memiliki tiga modal utama untuk menjadi negara besar. Indonesia telah memenuhi tiga syarat untuk menjadi negara besar. Sehingga pertama, jumlah penduduk Indonesia yang besar dengan jumlah penduduk 267 juta jiwa. Saat ini Indonesia berada pada peringkat keempat negara dengan jumlah penduduk terbesar.

Lalu yang kedua, keberadaan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah. Hal ini bisa membuka lapangan kerja asalkan SDM Indonesia memiliki kualitas yang mumpuni. Dan ketiga adalah luas wilayah Indonesia.  "Jumlah populasi kita yang besar. Ini merupakan mesin produksi yang bisa menggarap sumber daya yang kita miliki," tutup Aziz. ( IP – HARTAWAN ).

 



Berita Lainnya