Rabu , | WIB

Selasa, 15 Januari 2019 - 06:11:18 WIB
LSM : PROGRAM ASSESMENT MENGHAMBAT KINERJA PNS JADI PIMPINAN
Nusantara - Dibaca: 127 kali


Intelijenpost.com

PADAHAL SUDAH MENGIKUTI PENDIDIKAN PIM SELAMA 4 BULAN

Surabaya, Intelijenpost

Persyaratan dan perjuangan panjang bagi Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) untuk mencadi seorang calon pimpinan maka yang harus dilalui mulai dengan mengikuti pendidikan Pimpinan ( PIM ) selama kurun waktu 4 bulan dan pendidikannya dipusatkan di Parung – Jawa Barat, serta hal ini belum berhenti sampai disitu dan bukan merupakan jaminan walaupun mendapat sertifikat PIM.

Lantas sebagai persyaratan penentuan, seorang  PNS calon pimpinan harus mengikuti test masuk program assesment dan apabila dia tidak lulus maka harapan dan cita – citanya pupus menjadi seorang pimpinan walaupun orang tersebut kinerjanya sudah mumpuni, tapi tidak lulus program assesment tetap gagal  diangkat sebagai pimpinan.

Kemudian menyangkut masalah ini, Intelijenpost coba konfirmasi dengan Ketua Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA – PPD ) Seluruh Indonesia, Lahane Aziz mengatakan, persyaratan yang paling pas terhadap seorang PNS calon pimpinan dia harus mengikuti pendidikan Pimpinan ( PIM ) kalau kinerjanya sudah mumpuni serta dari segi pangkat dan jabatannya sudah pantas menjadi seorang pimpinan dimana tempat dinasnya, seperti yang kita temui di Dinas Perhubungan Laut, Dinas Perhubungan Darat dan Dinas perhubungan Udara, ujarnya.

Menurut Aziz, kalau persyatan penentu itu ada dua yakni, pendidikan Pimpinan ( PIM ) dan program assesment, seharusnya yang dipakai salah satunya agar mengirit anggaran dan waktu serta dapat juga mempersempit adanya unsur Kolusi, Korupsi dan Nepotisme ( KKN ), dia ( Aziz ) juga mengatakan, kalau Kementerian Perhubungan mau dinas – dinasnya lebih maju harus merubah sistim yang ditrafkan selama ini yang dianggap menghalangi dan adanya pemborosan anggaran, kata Aziz.

Imbuh  Aziz,  memberikan contoh; pada saat mengikuti pendidikan Pimpinan ( PIM ) yang mengikuti ada tiga golongan II, III, dan IV asntara lain dari Dinas Perhubungan Laut, Dinas Perhubungan Darat dan Dinas Perhubungan Udara, misalnya golongan II sebanyak 40 orang, golongan III 40 orang dan golongan IV 40 orang, ini Dinas Perhubungan Laut, begitu juga jumlah yang sama dari Dinas Perhubungan Darat dan Dinas Perhubungan Udara, jadi jumlah seluruhnya ada 360 orang.

Pada saat mengikuti pendidikan Pimpinan ( PIM ) selama 4 bulan, segala keperluan peserta PIM menyangkut makan – minum serta fasilitas lainnya ditanggung pemerintah ( negara ) terhadap 360 orang x 4 bulan, sudah berapa anggaran yang dihabiskan, begitu juga waktu mengikuti program assesment, berapa banyak anggaran lagi yang dimanfaatkan untuk keperluan peserta tersebut jelas ini pemborosan anggaran negara, pungkas Aziz. ( IP – HARTAWAN )

 



Berita Lainnya