Rabu , | WIB

Jumat, 18 Januari 2019 - 18:03:35 WIB
P3SI SEBUT APAPUN PERJUANGAN PRABOWO DINILAI GAGAL
Nusantara - Dibaca: 138 kali


Intelijenpost.com

SEBAB JOKOWI MEMILIKI POLITIK PAMUNGKAS ANDALAN

Surabaya, Intelijenpost

Ketua umum Paguyuban Pejuang Pers Seluruh Indonesia ( P3SI ) Lahane Aziz mengatakan, setelah Joko Widodo ( Jokowi ) terpilih menjadi Presiden – RI pada Pemilu tahun 2014, mulai saat itu Jokowi sudah membangun benteng perlindungan diri dari serangan – serangn lawan untuk calon Presiden di priode berikutnya yakni, di tahun 2019 yang sedang dihadapi sekarang ini.

Menurut dia ( Aziz ) mengatakan, apapun perjuangan Prabowo untuk mengalahkan dalam hal bersaing untuk menjadi calon Presiden dinilai P3SI akan gagal sebab Jokowi memiliki politik pamungkas andalan, “ Politik Buah Simalakama, “ yang artinya; kalau dimakan Ibu Pertiwi mati dan tidak di makan Bapak Nusantara mati, jada hal ini membuat Prabowo dan rakyat Indonesia mau – tidak mau harus memilih Jokowi menjadi Presiden – RI yang kedua kalinya, ujar Aziz.

Lanjutnya, Aziz akan menjelaskan atau mengutarakan mengenai , “ Politik Buah Simalakama, “ setelah resmi menjadi Presiden saat itu Jokowi melantik dan membentuk  Kabinetnya dengan moto: kerja... kerja... dan kerja itulah politik pamungkas andalannya, Jokowi bersama Kabinetnya membangun program inprastruktur serta kepentingan umum lainnya, sehingga membuka kran atau mengelos  jalur keuangan dengan memberikan anggaran kepada pemerintah pusat dan daerah mulai dari Sabang sampai Merauke untuk membangun sarana dan prasarana yang di perlukan.

Lantas masalah keuangan atau anggaran tidak ada hambatan bagi Jokowi dan Kabinetnya, sebab persediaan keuangan negara kalau kurang kita pinjam atau berutang ke luar negeri karena negara – negara di belahan dunia ini masih percaya kepada RI, sebab negara kita kaya yang memiliki 17 macam bahan tambang maupun sektor lainnya seperti kelautan masalah perikanan serta segala ekosistim di dalamnya dan juga terkait dengan pariwisatanya, kata Aziz.

Selanjutnya, kerja...kerja...kerja membangun inprastruktur dan segala pembangunan yang ada, otomatis kalau jangka waktu 5 tahun selama Jokowi menjadi Presiden di priode 2014 – sampai priode 2019, pasti proyeknya baru selesai sekitar 40 persen, jadi kalau priode 2019 – 2024 Jokowi tidak terpilih menjadi presiden maka jelas proyek yang belum selesai sekitar 60 persen ini akan terbengkelai maka rakyat  dan bangsa Indonesia yang dirugikan belum juga dengan memikul beban untung negara di luar negeri.

Imbuhnya, kalau Prabowo dipilih rakyat untuk menjadi Presiden hal ini harus pikir matang – matang sebelum rakyat menyesal nanti di kemudian hari, sebab nanti  Prabowo menjadi Presiden bersama Kabinetnya tidak akan melanjutkan segala program maupun pembangunan yang ditinggalkan Jokowi karena sudah pasti Presiden baru akan membuat serta merencanakan program baru juga, pungkas Aziz. ( IP – HARTAWAN )   



Berita Lainnya