Minggu , | WIB

Minggu, 03 Februari 2019 - 21:18:46 WIB
ANGKAT PENYULUH PERTANIAN JADI ASN JOKOWI JANJI UPAYAKAN
Nusantara - Dibaca: 140 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijen Post

Adanya mengenai Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji segera mengkaji aturan tentang pengangkatan Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Jokowi mengaku akan memanggil Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin untuk membahas aturan tersebut.

"Menurutnya besok saya akan panggil Menpan peluangnya seperti apa, kalau nanti peluangnya memang ada dan tidak menabrak undang-undang nanti saya undang semuanya 17 ribu THL tenaga bantu penyuluh pertanian," kata Jokowi saat bertemu dengan THL-TBPP seluruh Indonesia di GOR Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2).

Selanjutnya namun demikian, calon presiden nomor urut 01 itu belum bisa berjanji akan langsung mengangkat para THL-TBPP kontrak menjadi ASN. Menurut Jokowi, dirinya perlu mempelajari terlebih dahulu payung hukum yang menaungi para tenaga penyuluh pertanian kontrak tersebut. "Jadi saya tidak bisa ngomong langsung menyenangkan. Tidak bisa. Saya harus berbicara masalah prosedur yang harus kita lalui," ujarnya.

Kemudian pernyataan Jokowi itu sempat membuat ribuan tenaga THL-TBPP kecewa. Kompak para penyuluh pertanian yang masih berstatus kontrak tersebut meneriakan 'huuuu'. Mereka terlihat kecewa karena tak ada kepastian dari pemerintah soal status dirinya. "Tetapi percayalah bahwa kita ingin menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Tapi jangan dipaksa saya menjawab sekarang. Itu saja," ujar Jokowi.

Lantas mantan gubernur DKI Jakarta itu menyatakan tak ingin aturan yang dirinya buat, baik itu lewat Peraturan Presiden ataupun Keputusan Presiden, bertentangan dengan undang-undang. Jokowi tak ingin dirinya diminta menabrak undang-undang yang lebih awal muncul. "Nanti akan kita lihat dulu undang-undangnya memungkinkan tidak. Saya ngomong blak-blakan lho ya. Saya enggak pingin ngomong manis-manis di depan bapak/ibu sekalian," kata dia

Mengenai hal ini, Jokowi menyebut berdasarkan penjelasan Menteri Pertanian Amran Sulaiman pemerintah membutuhkan sekitar 40 ribu tenaga penyuluh pertanian dengan status ASN. Saat ini ada sekitar 17 ribu tenaga THL-TBPP yang berstatus kontrak. Menurut Jokowi, bila aturan sudah jelas pihaknya akan bisa segera mengangkat 17 ribu tenaga penyuluh pertanian yang masih kontrak. "Tetapi sekali lagi akan saya lihat dulu payung hukum yang lebih tinggi, yaitu undang-undang. Apabila memungkinkan saya akan siapkan perpresnya," ujar dia. ( IP – TIO )



Berita Lainnya