Rabu , | WIB

Rabu, 06 Februari 2019 - 18:37:31 WIB
SEPANJANG 2018 BPS CATAT EKONOMI RI TUMBUH 5,17 PERSEN
Ekonomi Bisnis - Dibaca: 285 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijen Post

Adanya mengenai Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018 sebesar 5,17 persen. Pertumbuhan ekonomi tersebut lebih tinggi dari capaian tahun lalu sebesar 5,07 persen, tetapi jauh di bawah target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dipatok 5,4 persen.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto menjelaskan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2018 mencapai 5,18 persen, sedikit lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya sebesar 5,17 persen. Namun, lebih lambat dibanding kuartal yang sama tahun lalu sebesar 5,19 persen. 

"Selanjutnya secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi 2018 sebesar 5,17 persen. Ini tren yang bagus dibanding tahun-tahun sebelumnya,"ujar Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/2). Berdasarkan data BPS, ekonomi Indonesia pada 2017 tumbuh 5,07 persen. Sementara pada 2016 dan 2015, pertumbuhan ekonomi tercatat masing-masing 4,79 persen dan 5,02 persen. 

Lantas ia menjelaskan perekonomian Indonesia pada kuartal IV memang cenderung stagnan dibanding kuartal sebelumnya. Hal ini tak terlepas dari kondisi perlambatan perekonomian global. Suhariyanto mencontohkan, ekonomi China hanya tumbuh 6,7 persen, melambat dibanding kuartal sebelumnya 6,5 persen. Demikian pula dengan ekonomi Singapura yang melambat dari 2,3 menjadi 2,2 persen.

Kemudian sementara ekonomi Amerika Serikat dan Jepang stagnan masing-masing sebesar 3 persen dan 0,1 persen. "Nilai ekspor mencapai US$44,98 miliar, turun 4,48 persen kuartal ke kuartal dan 1,04 persen tahunan. Sedangkan nilai impor mencapai US$49,85 miliar naik 0,25 persen dan 12,10 persen," jelas dia.

Mengenai realisasi pertumbuhan ekonomi tersebut sesuai dengan proyeksi Presiden Joko Widodo akhir tahun lalu. Jokowi kala itu memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,17 persen. Ia tak menyebut komponen apa saja yang menjadi penopang ekonomi tahun lalu, tetapi berharap pertumbuhan salah satunya ditopang daya beli masyarakat. ( IP – DW )

 



Berita Lainnya