Kamis , | WIB

Sabtu, 09 Februari 2019 - 06:16:03 WIB
DI THAILAND JURNALIS PENCARI SUAKA VIETNAM DILAPORKAN HILANG
Nasional - Dibaca: 238 kali


Intelijenpost.com

Thailand, Intelijen Post

Adanya mengnai seorang jurnalis asal Vietnam yang sedang mengajukan suaka di Thailand, Truong Duy Nhat, dilaporkan hilang, diduga diculik selagi menunggu proses penetapan status pengungsi baginya.

Selanjutnya Amnesty International melaporkan bahwa Nhat diyakini diculik di Bangkok pada 26 Januari, setelah melarikan diri dari Vietnam karena khawatir akan ditangkap, kemudian mengajukan suaka ke Badan Pengungsi PBB (UNHCR). Dilansir Reuters, kontributor Radio Free Asia itu tidak diketahui keberadaannya setelah mengkritik kebijakan Thailand atas penahanan pencari suaka yang berasal dari Arab Saudi pada Januari lalu.

Kemudian ia juga sempat memberitakan penangkapan seorang pemain sepak bola Bahrain berstatus pengungsi di Australia. Kepala imigrasi Thailand, Surachate Hakparn, mengatakan bahwa tidak ada catatan resmi Nhat memasuki Thailand. Kantornya sedang memeriksa apa ia memasuki negara itu secara ilegal. "Saya telah memerintahkan penyelidikan atas kasus ini," kata Surachate kepada Reuters.

Sementara kelompok pegiat hak asasi juga langsung menyerukan penyelidikan lebih lanjut setelah mendengar kabar bahwa Nhat hilang. "Vietnam memiliki riwayat penculikan atas pengungsi asing dan orang-orang yang terasingkan. Pihak berwenang Thailand dan Vietnam harus segera memberikan informasi tentang hilangnya Truong Duy Nhat," ujar Minar Pimple, direktur senior Amnesti bidang operasi global.

Lantas sementara itu, Human Rights Watch (HRW) menyebut Nhat melarikan diri ke Thailand setelah memperoleh informasi bahwa ia akan ditangkap kembali. "Nhat berada di Thailand karena satu alasan, yaitu untuk mengajukan suaka dan ada pihak yang tidak menginginkannya.

Bahkan oleh karena itu, pemerintah Thailand harus segera melakukan penyelidikan untuk mengetahui apa yang terjadi padanya," kata Phil Robertson, wakil direktur HRW Asia. Di tengah kisruh ini, UNHCR di Thailand menyatakan tidak dapat mengomentari atau mengonfirmasi kasus individu. ( IP - *** )

 



Berita Lainnya