Senin , | WIB

Rabu, 27 Februari 2019 - 06:19:40 WIB
TANTANGAN UTAMA KONDISI GEOGRAFIS PENGAMANAN PEMILU DI KEPRI
Halo Polisi - Dibaca: 214 kali


Intelijenpost.com

Kepulauan Riau, Intelijen Post

Adanya sesuai Polisi menyebut kondisi geografis di Kepulauan Riau menjadi tantangan utama dalam proses pengamanan pelaksanaan Pemilu 2019.

Menurut Kepala Biro Operasional Polda Kepri Kombes Yerry Oskag mengatakan kondisi geografis yang sebagian besar berupa perairan membuat pihak kepolisian mesti bergelut dengan kondisi cuaca maupun ombak. "(Tantangan utama) geografis, terutama masalah laut, masalah cuaca di mana sekarang sampai menuju tanggal 17 April angin masih kencang, ombak masih tinggi," tutur Yerry di Mapolda Kepri, Selasa (26/2).

Selanjutnya dengan kondisi cuaca yang kurang bagus tersebut, kata Yerry, bahkan membuat beberapa operator jasa pelayaran menghentikan operasinya. Hal tersebut berdampak pada proses pengiriman logistik pemilu di wilayah Kepri. "Tapi alhamdulillah tadi (logistik pemilu) sudah sampai ke tempat masing-masing," ucapnya.

Kemudian meski begitu, sambung Yerry, pihaknya masih mencari cara atau solusi untuk mengatasi kendala cuaca tersebut. Terutama pada saat penerjunan personel pengamanan pada pelaksanaan hari pemungutan suara. "Itu kendala yang harus dipecahkan ketika nanti pada saat H-3 (pemilu), rencana kita geser anggota mengamankan TPS kita rencanakan apakah lewat laut, apakah drop pakai heli," ujar Yerry.

Lantas untuk mengantisipasi kendala cuaca tersebut, Yerry mengungkapkan pihaknya juga rutin berkomunikasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Bahkan sementara itu, jumlah personel pengamanan pada 17 April mendatang, Polda Kepri menerjunkan sebanyak 3.032 personel untuk mengamankan 5.467 TPS. Selain itu, juga akan ditambah personel TNI sebanyak 414 personel.

Sementara Yerry menuturkan dari 5.467 TPS yang ada di wilayah Kepri, sebanyak 81 TPS masuk dalam kategori sangat rawan. "81 TPS yang kita kategorikan sangat rawan, termasuk nanti yang potensi konflik mungkin dulu pernah terjadi konfkik atau dari sisi geografis," kata Yerry.

Lalu Yerry menambahkan pola pengamanan di TPS dengan kategori sangat rawan tersebut akan berbeda. Yakni ada masing-masing dua personel kepolisian dan dua orang Linmas yang menjaga setiap TPS dalam kategori sangat rawan tersebut. "Kalau kategori kurang rawan bisa dua polisi bisa jaga enam sampai tujuh TPS dengan 14 linmas, ujarnya. ( IP – AE )

 



Berita Lainnya