Minggu , | WIB

Kamis, 28 Februari 2019 - 06:16:34 WIB
USAI SIDANG TUNTUTAN JAKSA HERCULES DICACI MAKI
Hukum & Kriminal - Dibaca: 121 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijen Post

Adanya mengenai jaksa menuai caci maki usai sidang berisi agenda pembacaan tuntutan untuk Hercules Rosario Marshal di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu 27 Februari 2019. Jaksa menuntut Hercules dihukum penjara tiga tahun untuk dakwaan premanisme berupa penguasaan lahan secara paksa di kawasan Kalideres medio Agustus-November lalu.

Lantas setelah Hercules keluar ruang sidang, beberapa orang diduga anak buah Hercules melontarkan kata-kata bernada kecaman kepada jaksa. Di antaranya, "Jaksa penjahat," "Gak ada dasarnya lu," "Goblok" dan "Dibayar berapa lu jaksa setan." Sesaat sebelumnya, Hercules juga berorasi di dalam ruang sidang. Belum juga hakim dan jaksa meninggalkan ruangan usai persidangan, Hercules berseru-seru tentang NKRI, penghargaan yang pernah diterima, dan keberaniannya selama ini.

"Menurutnya, saya pemberani," ujar Hercules sambil menepuk dada. "Kalau tidak pemberani, negara tidak kasih penghargaan kepada saya," lanjut Hercules yang disambut riuh pendukungnya di dalam ruang sidang. Hercules kembali ditangkap pada November lalu setelah bersama sekitar 60 anak buahnya menduduki lahan yang terletak di Jalan Dan Mogot Kilometer 18, Kalideres, Jakarta Barat. Hercules juga kembali diseret ke pengadilan untuk kesekian kalinya.

"Selanjutnya terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana melakukan,dan turut serta melakukan, dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang," kata jaksa penuntut umum. Selain Hercules, tuntutan tiga tahun penjara juga diberikan Mohamad Fitria dalam persidangan.

Kemudian kepada Handi Musyawan yang mengajak Hercules dan kelompoknya menduduki paksa lahan itu. Handi mengklaim memiliki lahan itu menggunakan Surat Putusan Mahkamah Agung Nomor 90 PK/pdt/2003. Padahal, PT Nila Alam yang sudah lebih dulu berada di atas lahan itu menggenggam bukti kepemilikan berupa Putusan MA tahun 2009.

Mengenai hal ini, majelis hakim memberikan waktu satu pekan untuk Hercules dan yang lainnya menyiapkan pembelaan atau pledoi. "Sidang ditunda pekan depan tanggal 6 Maret 2019," kata hakim Rustiyono sambil mengetok palu. ( IP - *** )

 



Berita Lainnya