Kamis , | WIB

Sabtu, 09 Maret 2019 - 06:18:20 WIB
ANDI ARIEF HARUSNYA DIPENJARA EKS BNN SEBUT BUKAN REHAB
Halo Polisi - Dibaca: 434 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Interlijen Post

Adanya mengenai mantan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Besar Sulistiandriatmoko mengatakan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief bisa dijerat dengan Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2019 tentang Narkotika. Andi disebutnya bukan korban peredaran narkotika sehingga harusnya bukan direhabilitas, melainkan dipenjara.

Kemudian menurutnya, aparat penegak hukum dapat menggunakan Pasal 127 UU Narkotika untuk menyeret Andi untuk mempertanggungjawabkan tindak penyalahgunaan narkotik. Pasal 127 UU Narkotika sendiri menyatakan bahwa setiap pengguna narkotika dari golongan I hingga III dapat dipidana penjara dalam rentang waktu satu hingga empat tahun.

"Selanjutnya secara hukum positif, sebagaimana UU yang berlaku, kepada Andi Arief bisa diterapkan dengan Pasal 127 [UU Narkotika]. Artinya, dia harus mempertanggungjawabkan penyalahgunaannya terhadap narkotika itu di meja persidangan," kata Sulis dalam sebuah diskusi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (8/3).

Lantas Sulis pun menuturkan, Andi bukan korban peredaran narkoba. Merujuk Pasal 54 UU Narkotika, lanjutnya, seorang korban ialah seseorang karena terpaksa, terperdaya, dan ditipu sehingga menggunakan narkotik. Menurut Sulis, Andi masuk dalam kategori penyalahguna narkotik. Penyalahguna menurut Pasal 1 ayat 15 UU Narkotika ialah orang yang menggunakan narkotika secara tanpa hak atau melawan hukum.

"Sementara begitu dia penyalahguna, mens rea jelas. Mengeluarkan uang dan menyewa kamar hotel, apa kalau bukan mens rea. Dengan tujuan menikmati. Sikap batinnya jelas itu, untuk menikmati. Itu jelas sekali," terang dia. Di tempat yang sama, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Henry Yosodiningrat menyatakan Andi tidak layak mendapatkan rehabilitasi.

Hal ini sosok yang merupakan Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) itu pun menduga Andi bukan korban dari peredaran narkotika serta tidak memenuhi syarat sebagai pecandu narkotik. "Pecandu itu artinya orang yang sudah sampai ke tingkat ketergantungan yang akut dan melapor atau yang pada saat dilakukan pemeriksaan atau penangkapan (oleh kepolisian), tidak ditemukan barang bukti," ucapnya.

Lalu Andi Arief ditangkap jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat pada Minggu (2/3) lalu. Ia ditangkap terkait dugaan penyalahgunaan narkotik jenis sabu. Polisi akhirnya membebaskan Andi tiga hari berselang dan merujuk politikus Partai Demokrat itu untuk menjalani proses rehabilitasi. ( IP – DW )

 



Berita Lainnya