Selasa , | WIB

Sabtu, 06 April 2019 - 06:22:55 WIB
BANGUN PROYEK PERHUBUNGAN KEMENHUB AKHIRNYA GANDENG SWASTA
Ekonomi Bisnis - Dibaca: 180 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijen Post

Adanya mengenai Kementerian Perhubungan akhirnya bekerja sama dengan swasta dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur. Kerja sama dilakukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam pengadaan prasarana perkeretaapian umum Makassar-Parepare.

Selanjutnya akhir pekan ini direktorat tersebut menandatangani kerja sama dengan PT Celebes Railway Indonesia (CRI) untuk melaksanakan pembangunan proyek tersebut. Kerja sama ini merupakan pelibatan swasta pertama yang berhasil direalisasikan oleh Kemenhub dalam membangun infrastruktur sektor perhubungan. Untuk mendukung terlaksananya kerja sama dengan swasta tersebut, Ditjen Perkeretaapiaan juga meneken perjanjian penjaminan proyek dengan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

"Sementara bagi Kemenhub (proyek KPBU) ini merupakan yang pertama kali. Dari ini kami banyak belajar suatu proyek pembangunan dari sejak merencanakan, mengestimasi, melakukan tender, pembangunan, perawatan yang dirangkai dalam satu kegiatan yang direncanakan sejak awal," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam acara penandatanganan perjanjian di Gedung Karsa Kemenhub, Jumat (5/4).

Kemudian Budi berharap dengan penandatanganan tersebut  ke depan akan semakin banyak pembangunan infrastruktur sektor perhubungan yang melibatkan swasta. Menurutnya, partisipasi swasta akan semakin mempercepat tersedianya infrastruktur perhubungan yang dapat menjadi stimulus perekonomian.

Hal ini maklum, anggaran yang dimiliki pemerintah untuk membangun infrastruktur memang terbatas. "Dana APBN nanti bisa saya gunakan untuk membangun bandara di Papua, membangun jalan di Sumatra, atau waduk di daerah lain," ujarnya.

Lantas setelah proyek rel kereta api di Sulawesi, tahun ini Kemenhub berencana menandatangani perjanjian kerja sama pembangunan proyek dengan skema KPBU untuk proyek Bandara Labuan Bajo. Selain itu, perjanjian akan juga dilakukan untuk pengoperasian prasarana kereta api barang di Sumatra.

Menurut Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri mengungkapkan lingkup perjanjian proyek perkeretaapian tersebut terdiri atas konstruksi, operasi dan perawatan (operating & maintenance/OM). CRI akan membangun konstruksi prasarana rel kereta api sepanjang 15 kilometer (km).

Mengenai konstruksi tersebut terdiri dari jalur menuju kawasan industri Pabrik Semen Bosowa sepanjang 6,63 km dan kawasan industri Pabrik Semen Tonasa sepanjang 8,85 km. Lahan disediakan oleh pemerintah melalui anggaran Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). "Pembangunan direncanakan Januari 2019 karena dia (CRI) mau mencari pendanaan dulu," ujar Zulfikri.

Bahkan proyek ini merupakan bagian dari fase pertama dari proyek pembangunan rel kereta api Trans Sulawesi sepanjang 127 kilometer yang menghubungkan Makassar - Pare-pare. Saat ini, pemerintah masih menyelesaikan pembangunan Jalur KA Makassar - Parepare pada segmen Barru - Palanro.

Namun proyek sepanjang 44 km itu diharapkan selesai dan bisa beroperasi pada April 2019 ini. Perkiraan biaya investasi yang diperlukan CRI terdiri atas belanja modal sebesar Rp1 triliun. Selain itu, CRI akan bertanggung jawab melakukan OM prasarana di jalur sepanjang 127 km selama jangka waktu konsesi 18,5 tahun.

Menyangkut besaran biaya OM prasarana sebesar Rp1,1 Triliun. "Nanti pembayaran dari pemerintah akan menggunakan skema availability payment (AP) sesuai layanan yang diberikan sesuai spesifikasi. Nanti kami bayar dengan skema AP sekitar Rp246 miliar," ujarnya.

Lalu penandatanganan perjanjian kerja sama ini juga disertai dengan pendukung lainnya. Perjanjian tersebut salah satunya berkaitan dengan penjaminan antara PII dengan CRI dan Perjanjian Regres antara Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) dengan PII. " Seandainya pemerintah gagal membayar, CRI mendapatkan jaminan dari PII," ujarnya. ( IP – DW )

 



Berita Lainnya