Selasa , | WIB

Rabu, 22 Mei 2019 - 22:48:20 WIB
KHOFIFAH BERTERIMA KASIH PADA WARGA JATIM TAK TERPENGARUH RUSUH
Berita Jatim - Dibaca: 137 kali


Intelijenpost.com

Surabaya, Intelijen Post

Sesuai mengenai Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat lantaran kondisi di provinsi yang dia pimpin tetap adem ayem selama tahapan pemilu berlangsung.

“Lantas masyarakatnya tetap bisa menjaga perbedaan yang muncul. Tetap bisa membangun hubungan yang harmoni dan menjaga suasana tetap baik,” kata dia ketika melakukan pemantauan kebutuhan bahan pokok di Pasar Besar Madiun, Rabu, 22 Mei 2019.

Mengenai kondusifitas ini, menurut Khofifah, tidak bisa dilepaskan dari peran masyrakat dalam menyalurkan hak politiknya. Peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi, Bawaslu, TNI/Polri, dan petugas pemungutan suara juga tidak bisa dilepaskan dari setiap tahapan. Bahkan kini, KPU RI telah mengumumkan hasil rekapitulasi perolehan suara pemilu dari calon legislatif mapun calon presiden – calon wakil presiden.

Selanjutnya mantan Menteri Sosial itu menyatakan keputusan KPU RI  merupakan hasil musyawarah dan mufakat seluruh elemen strategis nasional. Ini mulai dari tingkat Tempat Pemungutan Suara, Panitia Pemungutan Suara, Panitia Pemilihan Kecamatan, KPU Kabupaten/Kota, KPU Provinsi, hingga KPU RI. Proses penghitungan suara itu juga dihadiri saksi dari partai politik maupun peserta pemilu.

Kemudian belum lagi tentang proses seleksi KPU juga melalui DPR RI yang di dalamnya terdapat fraksi perwakilan dari sejumlah partai politik. Selain itu, pembahasan undang-undang pemilu juga melalui DPR RI. “Keputusan KPU merupakan proses panjang. Jangan melihat hanya hari ini saja,” ujar Khofifah.

Sementara bila ada pihak yang mempermasalahkan keputusan KPU, ia meminta agar diselesaikan melalui jalur hukum, yakni melalui Mahkamah Konstitusi. Sebab, langkah itu sesuai koridor yang berlaku di Indonesia. “Hindarkan kemungkinan terjadinya sesuatu yang akhirnya menjadi anarkis, rusuh, dan mendistorsi kebahagian Ramadan. Saya saja ikut dua kali pilgub (Jatim) juga gak dapet,” kata perempuan yang tiga kali maju dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur ini. ( IP - *** )

 



Berita Lainnya