Kamis , | WIB

Kamis, 19 Februari 2015 - 19:05:37 WIB
PRESIDEN HARUS BERKARAKTER PEMIMPIN IDAMAN
Kabar Redaksi - Dibaca: 6709 kali


SURABAYA,INTELIJENPOST.COM Pemimpin adalah sosok yang diandalkan dalam suatu komunitas, dihormati, dikagumi, dicintai, dan disayangi oleh rakyatnya. Tetapi tidak dapat dipungkiri, banyak pemimpin yang mendapatkan apresiasi yang sebaliknya, mereka dihina, dibenci, dan direndahkan oleh masyarakat yang ia pimpin. Sehingga tidak perlu heran jika sosok pemimpin dijadikan indikator baik buruknya suatu komunitas yang dipimpinnya.

Seorang pemimpin mempunyai kewajiban yang pokok mengayomi dan mensejahterakan rakyat yang ia pimpin. Oleh sebab itu rakyat dalam memilih pemimpin tidak boleh sembarangan dan mementingkan kehidupan pribadinya, karena kepemimpinan tersebut menyangkut kehidupan orang banyak. Dalam memilih pemimpin harus ditelaah terlebih dahulu dan potensi yang ia miliki, sikap dan kepribadiannya sehari-hari, dan aspek-aspek lainnya.

Dalam sejarah banyak kita temukan contoh-contoh pemimpin yang baik dan yang buruk, yang sukses dan yang gagal, oleh karena itu kita bisa berkaca pada sejarah sosok pemimpin seperti apa yang pantas menduduki kursi pemimpin, termasuk pemimpin di negara kita yakni Presiden Republik Indonesia. Ada beberapa kriteria yang diharapkan dan seharusnya ada dalam diri seorang pemimpin, antara lain sebagai berikut:

A. Beriman pada Tuhan

“Mengapa seorang pemimpin harus beriman?”, sebagai seorang pemimpin tentu kekuasaan tertinggi ada digenggamannya, ada beberapa sistem kepemimpinan yang menyatakan bahwa keputusan pemimpin adalah mutlak, sehingga dalam hal ini seorang pemimpin berpotensi menjadi pribadi yang angkuh, dan merasa menjadi orang yang paling berkuasa. Nah, disinilah letak peran keimanan seorang pemimpin, ketika ia beriman kepada adanya sang maha perkasa, dan sang maha berkuasa, ia akan sadar bahwa kekuasaan yang ada ditangannya tidak lah seberapa, dan sadar kekuasaannya adalah titipan dari tuhan untuk dijalankan sebaik-baiknya. Sehingga keimanannya kepada tuhan dapat menjadi pengontrol agar tidak bersikap semena-mena pada rakyatnya.

Kita dapat melihat contoh dari Nabi Muhammad SAW, pada saat itu beliau tidak hanya menjadi pemimpin agama tetapi juga pemimpin dalam pemerintahan umat Islam, namun besarnya kekuasaan yang ada ditangannya tidak membuat ia menjadi pemimpin yang angkuh dan semena-mena karena keyakinannya pada Allah SWT.

B.Berani

Seseorang pemimpin sudah seharusnya memiliki sifat pemberani. Apa jadinya suatu pemerintahan jika sang pemimpin adalah orang yang pengecut. Pemimpin harus berani menghadapi segala permasalahan, berani memberantas kemungkaran, berani saat ia benar, berani saat keselamatan rakyatnya terancam. Nabi Muhammad SAW, Umar bin Khattab RA, Shalahuddin Al-Ayyubi adalah sosok-sosok pemimpin yang berani, mereka berani mempertahankan keselamatan rakyat yang terancam, berani menumpas segala bentuk kemungkaran, dan berdiri dibarisan depan saat terjadi perang. “Adakah pemimpin yang seperti itu saat ini?, Wallahu A’lam”. ( IP – LA *** )

Berita Lainnya