Senin , | WIB

Kamis, 19 Februari 2015 - 19:15:12 WIB
DEWAN ADAT BANGKALAN MERASA DILECAHKAN 5000 MASSA AKAN DEMO TURUN KEJALAN
Peristiwa - Dibaca: 7128 kali


KEMARIN MIMBAR DEWAN ADAT MENGKRITISI KINERJA KPK, TANAH ADAT DISITA KPK, RENCANANYA BESOK JUMAT AKAN GELAR DEMO BESAR – BESARAN MENGUSIR KPK DARI BUMI BANGKALAN.

BANGKALAN,INTELIJENPOST.COM Terkait penyitaan tanah Dewan Adat yang disita KPK Rabu 18/2 kemarin sungguh melecehkan masyarakat Adat Madura, penyitaan ini terkait kasus Fuad Amin Imron (FAI) ketua DPRD Bangkalan yang ditetapkan KPK dalam kasus TTPU, tanah diakses Suramadu 500 M2 ini memang diakui milik dan akan dijadikan kantor Dewan Adat Madura.

Kemudian masalah ini IntelijenPost coba menghubungi Ketua Dewan Adat Madura, melalui via celluler, yang saat ini di Jakarta, Dia  mengatakan, kami menyayangkan hal ini, kami besok akan menggelar demo besar – besaran di Suramadu menuju kantor KPK yang berada di Polres Bangkalan,menurutnya yang jelas kami akan mengusirnya, karna dalam penyitaan itu tidak ada kordinasi dengan Dewan Adat Madura, kata permisi (aglenon)pun tidak ada sama sekali, seharusnya pakai etika, sekali lagi kami mendukung KPK dalam memberantas korupsi, tapi norma harus dikedepankan, sekarang kami akan kordinasi dengan para kyai dan tokoh untuk lagkah – langkah besok , terangnya M Jasulin Rahmatulloh, SE .

Sementara Ketua Mapikor Bangkalan, membenarkan bahwa besok akan ada orasi 5000 massa untuk mengusir KPK dari bumi Bangkalan, Alex Subadar, SH, mengatakan, kami sekarang sudah berkordinasi dengan massa yang besok akan ikut aksi, beberapa tokoh juga akan hadir memberikan arahan untuk kegiatan besok, coba anda lihat sendiri  ini sudah hampir 1000 orang, yang memadati rumah ini, terang Alex sampai berita ini dipublikasikan.

Selanjutnya dengan dipatoknya tanah Adat oleh KPK, maka rakyat yang mengatasnamakan Dewan Adat akan menutup akses tol gate  dipastikan akan lumpuh dalam beberapa jam kemudian. Informasi yang dihimpun Intelijen Post dari sumber yang dapat dipercaya mengatakan, pelepasan tanah itu belum tuntas pembayarannya oleh FAI  ke masyarakat, yang dianggap oleh KPK murni milik mantan Bupati Bangkalan itu jelasnya tanah itu masih  milik masyarakat , sementara masih di kasih persekot atau tanda jadi ke masyarakat, sehingga tanah itu belum sepenuhnya milik FAI.Makanya ini alasan Dewan Adat untuk mengambil alih tanah itu, jika KPK tidak berkordinasi dengan Dewan Adat maka akan terjadi keresahan terhadap masyarakat, kata Alex

Imbuh Ketua Dewan Adat, orasi kita besok sekitar jam 08 .00 samapai jam 16.00  start akan dimulai dari tanah Adat yang disita KPK kemarin, menuju Tol gate dan berakhir di Mapolres Bangkalan dengan beberapa orasi yang akan kami sampaikan, sekali lagi kita tidak intervensi penyidik KPK, bahkan dalam hal ini kami  Dewan Adat ikut membantu supaya KPK tidak keliru menyita asset tanah milik FAI, dengan tanah yang masih ada kaitannya dengan masyarakat, ujar M. Jasulin. ( IP – HS – LA )

Berita Lainnya