Selasa , | WIB

Senin, 02 Maret 2015 - 19:09:01 WIB
PEMERINTAH MINTA BULOG PERBANYAK SUPLAI BERAS
Nasional - Dibaca: 5047 kali


MAFIA OPLOSAN BERAS MENUAI UNTUNG

JAKARTA,INTELIJENPOST.COM Pemerintah punya insiatif meminta Bulog perbanyak suplay beras, otomatis beras impor yang di datangkan, selama ini Bulog sudah lakukan impor beras, tetapi harga beras dalam negeri selalu naik dan beras yang di datangkan selalu dianggap tidak cukup. Hal ini Pemerintah tahu apa pura – pura tidak tahu, bahwa ada dugaan Bulog bekerja sama dengan para Mafia oplosan beras.

Adanya indikasi kerja sama Bulog dengan Mafia oplosan beras tersebut, IntelijenPost coba konfirmasi dengan Ketua Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA-PPD ) Seluruh Indonesia Lahane Aziz mengatakan, sangat keliru kalu  Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil menilai operasi pasar yang dilakukan Bulog belum optimal sehingga kenaikan harga beras tidak terbendung. Sofyan meminta Bulog memperbanyak suplai beras guna menekan kenaikan harga yang saat ini mencapai 30 persen. 

Sofyan mengatakan penambahan suplai beras perlu dilakukan menyusul panen petani mengalami keterlambatan. Suplai harus diperbanyak agar para pelaku pasar tidak memainkan harga karena kurangnya stok beras di pasaran. 

Ketua. Kordinator LSM. PKA-PPD Lahane Aziz menjelaskan, kurangnya stok beras dipasaran bukan karena petani mengalami keterlambatan panen, tapi gabah yang dihasilkan petani sudah dibeli dengan harga murah oleh para tengkulak, kemudian gabah tadi diproses penggilingan di tempatnya tengkulak, dari hasil beras itu nantinya akan dicampur ( oplos ) dengan beras dari Bulog dan hal ini sudah berlangsung lama serta sudah tidak asing lagi dimata sumber masyarakat, ujarnya.

Jadi yang mempermainkan stok dan harga beras adalah tengkulak karena ada indikasi kerja sama antara Bulog dengan yang dinamakan Mafia oplosan beras yang memeliki modus operandi yang dapat merugikan Negara, “ karena beras yang didatangkan Pemerintah ( Bulog ) dengan harga yang terjangkau kalau sudah dioplos dengan beras dari tengkulak pasti dijual dengan harga di pasaran yang saat ini mencapai 30% naiknya, ungkap Aziz.  

"Menurut Pemerintah, kami sudah rapat agar Bulog menggelontorkan beras sebanyak mungkin dalam operasi pasar. Saat ini, Bulog punya 1,4 juta ton cadangan beras untuk operasi pasar," kata Sofyan di kantor Kementerian Koordinator Perekonomia, Jumat (20/2). 

Selanjutnya, Direktur Utama Perum Bulog Lenny Sugihat menyatakan Bulog melaksanakan operasi pasar beras murah secara serentak di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Pendistribusian beras dilakukan di 62 titik yang terdiri dari 50 titik wilayah pemukiman dan 12 pasar strategis dengan jumlah 2.000 ton per hari.

Imbuh Aziz kunci keberhasilannya, Pemerintah jangan Cuma melaksanakan operasi pasar saja dan pendistribusian beras begitu saja di 12 pasar strategis, “ yang penting awasi beras yang didatangkan atau impor serta berikan sanksi kepada oknum Bulog yang nakal dalam hal kerja sama dengan tengkulak, Mafia pengoplosan beras, tandas Aziz. ( IP – DW )

Berita Lainnya