Selasa , | WIB

Senin, 09 Maret 2015 - 09:55:12 WIB
ANSYAAD MBAI MENYATAKAN PASOKAN KLORIN LETUPAN DEPOK BISA JADI IMPORT
Nasional - Dibaca: 3160 kali


JAKARTA,INTELIJENPOST.COM Seorang mantan Jenderal Kepolisian, sekarang menjadi pengamat terorisme yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT), Ansyaad Mbai menyatakan zat klorin yang digunakan dalam aksi teror di ITC Depok bisa jadi masuk dari luar negeri. "Ya namanya zat kimia kan bisa dari mana saja, bisa jadi impor," kata Ansyaad kepada Intelijen Post baru – baru ini.

Sementara, Ansyaad enggan berspekulasi lebih jauh dari mana masuknya zat kimia beracun tersebut. Untuk hal itu, mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik kepolisian, ujarnya.

Beberapa tahun lalu, klorin kerap digunakan sebagai senjata kimia dalam konflik di Suriah. Zat klorin ini digunakan pada sebuah serangan di desa Talmanes, Al Tamanah dan Kafr Zita, terakhir pada 28 Agustus lalu.

Ketika IntelijenPost coba ditanyai soal hubungan zat kimia ini dengan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Ansyaad belum berani meyimpulkan. "Tunggu sajalah ya siapa yang tertangkap dan dari jaringan mana, tidak bisa mengira-ngira," ungkapnya.

Hal demikian, dia juga tidak menutup kemungkinan jika zat kimia tersebut adalah buatan dalam negeri. Bahkan, menurutnya, modus menggunakan rangkaian bom yang dapat menimbulkan gas kimia beracun seperti ini merupakan yang pertama kali di Indonesia, jelas Ansyaad.

Dia  ( Mbai ) menyatakan, sebelumnya zat kimia hanya digunakan teroris untuk meracik bahan peledak atau meracun targetnya. "Sebelumnya kan pernah di Solo ditemukan bahan peledak nitrogliserin. Selain itu pernah juga di Kemayoran menggunakan zat kimia untuk meracun anggota kepolisian," tuturnya.

Sementara, Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) memastikan letupan yang terjadi di ITC Depok dapat menimbulkan gas klorin. "Zat kimia sudah teridentifikasi, akan menghasilkan gas klorin atau C12," kata Wakil Kepala Densus 88 Komisaris Besar Eddy Hartono kepada Intelijen Post, pekan lalu.

Wakapolri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti ditemui sebelumnya menyatakan gas ini sungguh berbahaya. Hanya saja, dalam kasus Depok, rangkaiannya tidak bekerja sempurna sehingga tidak memakan korban.

Pada saat letupan di ITC Depok terjadi Senin (23/2), sekitar pukul 18.00, WIB dan diduga berasal dari sebuah benda mencurigakan yang terletak di sebuah kamar mandi di lantai dua. Lokasi itu bahkan berada tak jauh dari tempat bermain anak-anak di pusat perbelanjaan.

Menurut salah satu sumber kepada IntelijenPost yang tak mau disebut namanya, letupan tersebut menghasilkan asap dan sempat membuat anggota tim gegana yang melakukan pengamanan mengalami reaksi gatal-gatal.  ( IP – AL )



Berita Lainnya