Selasa , | WIB

Senin, 09 Maret 2015 - 13:16:46 WIB
LSM MENILAI KEBIJAKAN KONYOL JOKOWI TERHADAP NAIK TURUNNYA HARGA BBM
Nasional - Dibaca: 4777 kali


JAKARTA,INTELIJENPOST.COM Selain untuk mengungkap upaya liberalisasi sektor Migas di balik kebijakan harga BBM, Ketua Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA- PPD ) Seluruh Indonesia Lahane Aziz menyatakan, bahwa pemerintah Jokowi telah membohongi rakyat, karena ada apa dibalik kebijakan naik turunnya harga Bahan Bakar minyak ( BBM ).

Dari kaca mata LSM, Jokowi sebenarnya tak memiliki argumen untuk menaikkan harga BBM waktu itu, setelah naik harga BBM diturunkan kembali demi pencitraan dan hal ini merupakan kebijakan konyol serta sudah mengarah membohongi rakyat, ujar Aziz.

“Kelihatan jelas sekali, bukan hanya mempermainkan rakyat tetapi membohongi rakyat, karena pemerintah Jokowi sebenarnya tidak memiliki argumen menaikkan harga BBM waktu itu, melainkan hanya untuk melakukan liberalisasi Migas di sektor hilir,” kata Lahane Aziz kepada IntelijenPost baru – baru ini.

Menurut Dia ( Aziz ), penurunan harga BBM yang dilakukan pemerintah Jokowi sama sekali tidak mengurangi penderitaan rakyat. Pasalnya, harga-harga sudah terlanjur naik dan tak mungkin turun.

“Sementara masalahnya, premium waktu itu dinaikkan lalu sekarang diturunkan sementara harga-harga sudah terlanjur naik dan tidak ada cerita harga barang-barang yang sudah naik itu akan turun. Pemerintah ini mempermainkan perasaan rakyat, kesulitan rakyat tidak hilang dengan penurunan BBM ini karena harga-harga sudah naik. Apa pemerintah bisa memerintahkan harga sembako, tarif kendaraan turun? Tidak bisa!” ungkapnya.

Kebijakan Presiden Jokwi ini membingungkan rakyat,LSM. PKA-PPD pun mempertanyakan apa maunya pemerintah di balik kebijakan konyol tersebut, menyangkut naik turunnya harga BBM.

“Imbuh Aziz, jadi inilah kekonyolan pemerintah yang ada! Kenapa kemarin terburu-buru menaikkan harga BBM? Baru jadi Presiden kurang dari satu bulan sudah dinaikan harga BBM, tidak dipikir dulu. Sekarang sudah dinaikkan, diturunkan lagi, apa maunya pemerintah?” tandasnya. ( IP – DW )

Berita Lainnya