Minggu , | WIB

Kamis, 12 Maret 2015 - 15:02:34 WIB
PANGLIMA TNI DAN PEMERINTAH HARUS MEMBERIKAN TANDA PENGHARGAAN
Pelabuhan - Dibaca: 4136 kali


Letkol Invantri Verianto Napitupulu

KEPADA  PARA  KODIM  YANG  BERHASIL  MENANGKAP  PUPUK  BERMASALAH

SURABAYA,INTELIJENPOST.COM Keberhasilan TNI dalam ikut mengawasi dan menangkap peredaran pupuk palsu, yang melibatkan Komando Distrik Militer ( Kodim ) sesuai data dan informasi yang dihimpun IntelijenPost antara lain, Kodim 0716 Demak Jawa Tengah berhasil menangkap dan menggagalkan peredaran pupuk bersubsidi sebanyak 480 ton, Kodim 0607 Sukabumi  yang diduga pupuk palsu sebanyak 46 ton, Kodim 0804 Magetan menangkap pupuk bersubsidi sejumlah 13 ton, Kodim 0712 Tegal tangkap pupuk illegal, Kodim 1407 Bone Makassar tangkap pupuk palsu dan juga Kodim Luwuk Timur tangkap pupuk palsu sebanyak 24 ton, serta di Surabaya Utara, Kodim 0830 berhasil dan menahan diduga pupuk palsu atau illegal sebanyak 25.000 ton.

Selanjutnya, di Pelabuhan Tanjung Perak digegerkan adanya pupuk palsu yang jumlahnya ribuan ton serta diduga melanggar ijin distribusi dari Deptan (Departemen Pertanian), sebuah gudang pupuk di Komplek Pergudangan Kalimas Baru 615 Pos IV, Surabaya, Rabu (11/03) petang digerebek oleh jajaran Kodim 0830/Surabaya Utara.

Walaupun bos pupuk dari PT. Multi Mas Chemindo, Indonesia ini tak ada di lokasi, namun jajaran Kodim diback up Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tetap memeriksa kelengkapan surat ijin yang ada.

Adanya penggerebekan itu bermula dari penahanan yang dilakukan oleh Kodim terhadap kontainer 20 fit bernopol L 8086 UU yang berisi 23 Ton pupuk milik PT. Multi Mas Chemindo, Indonesia yang saat ini Barang Buktinya ( BB ) Mobil dan container berada di kantor Kodim 0830 Surabaya.

"Menurut Komendan ( Verianto Napitupulu ), setelah kita periksa, ternyata pupuk ini berangkat dari Gudang ini (Kalimas Baru) dengan tujuan Kalimantan. Pupuk yang kita cek ternyata isinya tak sesuai dengan ijin Deptan yang tertera pada sak (kemasannya)," ungkap Letkol Invantri Verianto Napitupulu, Dandim 0830/SU, dilokasi penggerebekan, Rabu (11/3).

Fakta menunjukan setelah digerebek di gudangnya,  gudang ini terdapat sekitar 25.000 Ton pupuk yang diimpor oleh PT. Multi Mas Chemindo, Indonesia dari Taiwan, China dan Mesir. Saat diperiksa pula, terdapat temuan jika pupuk ini telah diubah kemasannya. Bahkan, Ijin Deptan yang tertera 'G' (seharusnya berisi granul atau butiran), ternyata setelah dibuka, isinya powder atau bubuk.

"Sesuai mereka melakukan perubahan merek, maka harus ada ijin lain. Sehingga di kemasan yang baru (seperti yang mereka ubah), akan tertulis 'didistribusikan oleh' dan bukan 'diimpor oleh'. Dari bukti yang ditemukan, kuat dugaan bahwa usaha ini melanggar ijin-ijin yang berlaku," tutur seorang ahli yang didatangkan khusus oleh Kodim.

Namun, kendati pelanggaran ijin ini sudah mengarah. Dandim, Letkol Invantri Verianto Napitupulu mengungkapkan jika penggerebekan yang pihaknya lakukan baru menghasilkan dugaan.

"Meski begitu, kami akan tetap panggil si pemilik usaha untuk dimintai keterangan. Jika terbukti melanggar, kami akan bekerjasama dengan rekan-rekan Kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut," tegasnya.( IP – LA )



Berita Lainnya