Kamis , | WIB

Rabu, 06 Mei 2015 - 10:49:48 WIB
POLSEK SALAHUTU MAIN TANGKAP
Halo Polisi - Dibaca: 5665 kali


PADAHAL YANG BERSANGKUTAN TIDAKBERSALAH, TAPI DIJADIKAN TERSANGKA

AMBON,INTELIJENPOST.COM Telah terjadi kasus baku hantam antara masyarakat Hurnala dengan anak – anak pasar Tulehu, yang diperkirakan terjadi pada bulan Pebruari 2015, baru – baru ini, karena anak dari desa Hurnala bernama Asis, dipukul oleh anak – anak pasar pada saat yang bersangkutan berada di atas kenderaan ( sepeda motor ), dengan tujuan  mengantar pesanan kremik di sekolah SMA Tulehu.

Kemudian pada saat terjadi pemukulan tersebut terhadap diri Asis terjadi di dalam lingkungan sekolah SMA tersebut, namun para Guru – Guru yang melihat kejadian ini merasa bingung karena dengan keselahan apa sehingga Dia ( Asis ) dipukul oleh anak – anak pasar tadi.

Selanjutnya, para Guru tersebut bersama korban pergi ke Kantor Polisi Sektor Salahutu – Tulehu untuk melaporkan kejadian pemukulan terhadap dirinya yang dilakukan Anak – anak pasar Tulehu, tapi dari perkembangan laporan ini tidak ditindaklanjuti  oleh Polisi Sektor  Salahutu, sehingga kasus ini berbuntut panjang.

Lantas, selang beberapa minggu kemudian, kejadian serupa juga terjadi yang mana Dedi ( Mores )dan Rajab dipukul sampai babak belur oleh Anak – anak pasar itu juga, serta masalah pemukulan ini oleh pihak keluarga sudah laporkan di Polsek Sektor Salahutu – Tulehu, yang aneh petugas dari Polsek ini tidak menanggapi hasil laporan tersebuit.

Menurut Informasi yang dihimpun Intelijenpost dari sumber yang dapat dipercaya mengatakan, bagaimana kasus ini bisa diproses atau tindaklanjuti, karena yang pukul anak – anak dari Desa Hurnala itu sudah dua kali kejadian tetap dianggap biasa, karena yang melakukan pengeroyokan ( pemukulan ) ini ternyata telah dilindungi oleh oknum petugas Polsek Salahutu karena diduga ada hubungan keluarga, ujar sumber ini.

Akibat dengan kejadian ini, karena tiga korban Asis, Dedi ( Mores ) dan Rajab merasa tidak puas dengan perbuatan oknum Petugas Polisi yang melindungi Anak – anak pasar ( para pelaku ), maka ketiga korban tersebut melakukan serangan balik alias baku hantam dengan Anak – anak pasar sehingga dari pihak Anak – anak pasar satu terluka parah kena sambaran atau dipotong dengan senjata tajam ( parang ), dari kejadian ini ketiga pelaku serangan balik Asis, Dedi dan Rajab melarikan diri sampai saat ini, ucap sumber.

Lanjut sumber tadi, menyangkut dengan ditangkapnya Lasura pada saat pulang dari berlayar atau sebagai ABK kapal cepat dengan rute Tulehu – Banda yang tidak tahu pokok masalah serta tidak ikut baku hantam karena kejadian itu masih berada dalam posisi berlayar dan berada di Banda, tiba – tiba petugas dari Polsek Salahutu menangkapnya waktu berada di Tulehu atau pulang ke rumah di Hurnala.

Kejadian penangkapan ini, diduga penyidik yang bernama Bastian H, S.H, Bripka/ 82020619, Purwanto. S.H, Brigpol/79010634 dan Zainal Abidin Jaluhun sebagai tiga orang penyidik pembantu ini berniat nakal untuk memaksakan Lasura menandatangani surat perintah penangkapan maupun surat perintah penahanan dan mengaku sebagai pelaku pengroyokan atau penganiyayaan terhadap Anak – anak pasar supaya bisa dirinya dijadikan tersangka, atau dengan rekayasa penahanan ini supaya tiga orang yang diduga tersangka Asis, Dedi ( Moses ) dan Rajab supaya datang menyerahkan dirinya, kalau memang ketiga penyidik Polisi ini punya maksud demikian, hal ini secara hukum jelas sudah salah ketiga penyidik Polri tadi.

Pasalnya, sesuai dengan Surat Perintah Penangkapan Nomor : Sprin. Kap/16/II/2015/Reskri, yang ditandatangani dan dikeluarkan di Tulehu, pada tanggal 28 Pebruari 2015, atas nama Kepala Kepolisian Sektor Salahutu, Mokhsin Kaufua ( Ajun Komisaris Polisi NRP. 60100173 ), agar melakukan penangkapan terhadap Nama : LA. ALIFAN alias LA SURA, Jenis kelamin : Laki – laki, Tempat/Tgl. Lahir/ Umur : Tulehu, 27 Juli 1989, Agama : Islam, Pekerjaan : Swasta, Kewarga negaraan : Indonesia, Tempat tinggal : Hurnala I Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Terkait dugaannya, LASURA dibawa ke kantor Polisi tersebut untuk segera dilakukan pemeriksaan karena diduga keras berdasarkan bukti permulaan yang cukup telah melakukan Tindak Pidana Kekerasan Bersama dan atau Penganiyaan, sebagai mana dimaksud dalam Rumusan Pasal 170 ayat ( 1 ) dan ayat ( 2 ) ke – 2 dan atau pasal 351 ayat ( 2 ) KUHPidana dan atau pasal 56 ayat ( 1 & 2 ) KUHPidana, dan LASURA atau tersangka telah ditahan selama 60 ( enam puluh ) hari sejak tanggal 01 Maret 2015 S/d 29 April 2015.

Singkat kata dengan unggahnya berita ini, keluarga LASURA  akan Praperadilan kasus ini, dan 30 ( tiga puluh ) warga Hurnala sanggup menjadi saksi di Pengadilan nanti, bahwa LASURA tidak bersalah serta tidak ikut terlibat sama sekali dalam kasus tersebut, kata sumber yang berinsial RL. ( IP - *** )

Berita Lainnya