Sabtu , | WIB

Kamis, 25 Juni 2015 - 16:26:34 WIB
PT. PELNI OPERASIKAN KAPAL TIDAK SESUAI PERUNTUKANNYA
Pelabuhan - Dibaca: 5808 kali


BUKAN SEBAGAI PELAYARAN TETAPI BERUBAH FUNGSI SEBAGAI PARIWISATA

SURABAYA,INTELIJENPOST.COM PT. Pelayaran Nasional Indonesia ( Pelni ), berusia 60 tahun, tepat pada tahun 2013, pelayaran ini melaksanakan pungsinya sebagai kapal pengangkut penumpang dan barang sesuai dengan mottonya , “ bersama PT. Pelni mengarungi lautan untuk mempersatukan nusantara, “ sehingga Pemerintah memesan ( beli ) kapal – kapal angkutan khusus penumpang dari Negara Jerman saat itu yakni, KM. Kambuna, KM. Umsini, KM. Kerinci, KM. Rinjani, dan kapal – kapal ini di datangkan serta mengoperasikan pada tahun sekitar 1982.

Kemudian di datangkan lagi beberapa buah kapal dari Negara Jerman tersebut antara lain, KM. Tidar, KM. Kalimutu, KM. Sinabung, KM. Dobonsolo, KM. Cirimai, KM. Binaiya, KM. Siguntang, KM. Lambelu, KM. Labobar dan KM. Gunung Dempo, semua kapal – kapal ini mulai dari tahun 1982 – sampai tahun 2013, masih dioperasikan sesuai dengan peruntukannya untuk mengangkut penumpang dan barang yang dapat menghubungkan pelabuhan satu dengan pelabuhan lainnya di seluruh nusantara ini sehingga perekonomian berjalan dengan lancar.

Kapal tersebut dipesan oleh Pemerintahan pada masa Presiden Soeharto dan Wakil Presidennya BJ. Habibie serta ini merupakan program atau prakarsai kedua pimpinan tersebut dianggap sukses karena dengan adanya ruote pelayaran yang dapat menghubungkan nusantara sehingga masyarakat terangkat dari kemakmuran dengan jalan berdagang, transmigrasi mulai dari Sabang sampai Merauke dengan bercocok tanam, nelayan maupun bekerja di perusahan – perusahan dan tambang – tambang serta kerjaan lainnya.

Kenapa di tahun 2013 pada saat Dirut PT. Pelni seorang perempuan bernama Ibu Manalu mulai rubah aturan masalah muatan barang, kemudian diganti lagi Dirutnya bernama Syah Japarin yang menjabat kurang lebih 6 bulan pada tahun 2014, ini juga membuat aturan untuk membatasi muatan barang penumpang dan barang milik pengurus atau ekspedisi berupa barang Over Bagasi ( OB ), dan yang paling sadis lagi aturannya di tahun 2014 – sampai 2015, Dirutnya Sulistyo Umbo Hardjito membatasi angkut penumpang dan barang karena programnya seluruh kapal – kapal penumpang milik PT. Pelni akan dijadikan poros maritime sebagai untuk kapal angkut penumpang pariwisata.

Terkait dengan program tiga Dirut PT. Pelni mulai dari tahun 2013 – sampai tahun 2015, Intelijenpost coba wawancara dengan Ketua. Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA – PPD ) Seluruh Indonesia Lahane Aziz mengatakan,program ketiga Dirut ini dianggap gagal sehingga merugikan PT. Pelni ( Pemerintah )karena programnya tidak tepat sasaran sebab merubah program Pemerintah dari peruntukan pelayanan kapal yang sebenarnya, ujarnya.

Padahal menurut Azis, kepedulian kami terhadap PT. Pelni terkait angkut penumpang dan barang mulai dari Pelabuhan Tanjung Perak – sampai ke pelabuhan Indonesia Timur dan pelabuhan Kalimantan sekitarnya, LSM. PKA – PPD ikut mengawasi serta ikut membantu untuk memberikan solusi menyangkut masalah penumpang dan barang apabila terjadi krodit terutama menjelang Hari Lebaran pada saat arus mudik dan arus kembali mudik penumpang lebaran, kami ikut turun tangan sehingga semua berjalan dengan lancar selama kurang lebih sepuluh tahun, dari awal tahunj 2005 - 2015,kata Aziz.

Kalau mau jujur siapa tidak kenal dengan Ketua. Kordinator LSM. PKA-PPD dan Wartawan, Koran dan Online ( Pimred Intelijenpost ) Lahane Aziz, khususnya di Pelabuhan Tanjung Perak, mulai dari tahun 2005 – sampai tahun 2015, sudah banyak makan asam garam untuk membantu PT. Pelni dengan kerja sama atau mitra dengan beberapa Kepala Cabang  atau Direksi di PT. Pelni Surabaya dan khususnya di Tanjung Perak dimana tempat kegiatan bongkar – muat barang dan turun – naiknya penumpang, pungkas Aziz.   

Imbuh Aziz, Pemerintah ( PT. Pelni ) segera kembalikan pungsi atau peruntukan kapal – kapal milik Pelni seperti semula di program tahun 1982 pada saat Pemerintahan Presiden Soeharto , supaya apa yang diraih kesuksesan saat itu oleh Pelni, sekarang ini kita bangkitkan kembali, sesuai motto bersama PT. Pelni kita mengarungi nusantara untuk mengangkat dan memperbaiki perekonomian bangsa demi terciptanya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945. ( IP - *** )



Berita Lainnya