Senin , | WIB

Sabtu, 05 September 2015 - 15:26:47 WIB
INDIKASI KKN ANTARA PT.PELINDO III DENGAN PERUSAHAN KARANTINA SWASTA DI LOKASI ICT TANJUNG PERAK
Pelabuhan - Dibaca: 3727 kali


SURABAYA,INTELIJENPOST.COM Perusahan karantina milik swasta yang pemiliknya berinsial DH yang berkecimpun dalam Partai Demokrat, melakukan aktifitas sebagai petugas yang memeriksa karantina di dalam lokasi International Container Terminal (ICT) pelabuhan Tanjung Perak, apabila ada barang ekspor – impor yang masuk, petugas karantina swasta ini yang memeriksa dan memungut biayanya.

Hasil investigasi dan data yang dihimpun Intelijenpost dilokasi ICT, petugas karantina milik swasta yang memeriksa barang ekspor – impor , intelijenpost  coba konfirmasi dengan salah satu pengurus atau pemilik barang yang kebetulan mobil truk barangnya ditahan atau dibuka pintu containernya dan sesudah itu disuruh sopir truknya jalan tanpa diperiksa secara cermat atau barangnya diturunkan, dia mengatakan itu petugas karantina swasta yang suka mencekik kami pengurus karena meminta biaya karantina sebesar empat kali lipat dari pada petugas karantina dari pemerintah, jelasnya.

Menurut sumber yang dapat dipercaya mengatakan, perusahan karantina  milik swasta ini sudah melakukan kegiatan atau pungutan – pungutan liar di ICT selama kurang lebih sudah sepuluh tahun dan petugas karantina dari Dinas Pemerintah yang kantornya di jalan prapat kurung Tanjung Perak Surabaya tidak pernah protes karena ada unsur kerja sama dan hal ini terjadi pembiaran dan bebasnya beroperasi di ICT karena indikasi telah terjadi Kolusi, Korupsi dan Nepotisme ( KKN ) antara pemilik DH, Kepala Dinas karantina dan Pelindo III Tanjung Perak.

Unggahnya berita ini, Intelijenpost minta kepada aparat penegak hukum, Kepolisian, TNI, Jaksa dan aparat terkait lainnya untuk segera ambil tindakan karena hal ini sudah merugikan banyak pihak pengurus barang ekspor – impor karena karantina swasta ini menekan biaya terlalu tinggi dan terkesan melakukan pungutan – pungutan liar sebagai panjang tangan dari Dinas karantina sebenarnya. ( IP – LA )

Berita Lainnya