Senin , | WIB

Kamis, 10 September 2015 - 14:35:10 WIB
PICU KERAWAN SOSIAL AKIBAT KEBIJAKAN JOKOWI
Metro Surabaya - Dibaca: 1857 kali


SURABAYA,INTELIJENPOST.COM - Sesuai pertumbuhan ekonomi Indonesia terus mengalami penurunan, salah satunya ditandai dengan nilai rupiah yang terus turun. Buruknya perekonomian di Indonesia karena kinerja kepemimpinan di bawah Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla kurang evektif.

Serta pendapat ini disampaikan Ketua. Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA – PPD ) Seluruh Indonesia Lahane Aziz dalam keterangannya kepada intelijenpost, baru – baru ini. “ Jika diibaratkan seperti mobil,kalau sopirnya bawa mobilnya tersendat – sendat, otomatis perekonomian bangsa Indonesia ini juga ikut melemah atau tidak  evektif.

Dan kalau sopirnya jalankan mobil tidak jelas arah tujuannya, maka pasti tidak akan sampai ke arah tujuan, serta mobilnya kalu terus di jalankan pasti bahan bakarnya akan habis, sudah jelas mobil ini akan berhenti dengan sendirinya, maka sopir sepert itu harus diganti,” sindir Aziz.

Lanjut Aziz, dari gaya kepemimpinan Presiden Jokowi sudah seharusnya diubah agar lebih evektif, tegas dan berwibawa “Sementara ini ketegasan Jokowi tidak kelihatan, seperti baru – baru ini, Direktur Utama PT. Pelindo II berani mengancam untuk mundur dari jabatannya terkait pihak Kepolisian menggrebek kantornya. Disamping itu kalau mau tegas Menteri Puan Maharani yang kinerjanya kurang mumpuni agar diganti, sikap ini nanti rakyat akan menilai bagus ke Presiden  Jokowi,” ungkap Aziz.

Aziz  menilai, Presiden Jokowi lebih banyak pencitraan dalam setiap kunjungan kerjanya. “Dalam hal agi-bagi sepeda, blusukan justru tidak menyelesaikan masalah. Ini hanya menyelesaikan masalah secara parsial. Cara mengatasi harga cabai, daging yang tinggi tidak bisa,” ujar Aziz.

Imbuh Aziz, tak hanya itu investor dari negara lain melihat berbagai kebijakan rezim Jokowi akan menimbulkan banyak kerawanan sosial. “Bahkan, dengan menghapuskan kewajiban bahasa Indonesia bagi pekerja asing justru membuat investor takut. Serta belum lagi membludaknya buruh Cina. Investor selain Cina pun berfikir juga terkait kebijakan Jokowi ini,” pungkas Aziz. ( IP - *** )



Berita Lainnya