Minggu , | WIB

Senin, 15 Februari 2016 - 20:55:07 WIB
DEWAN PERS DAN PEMERINTAH SEGERA REVISI KEPPRES NO.5 TAHUN 1985
Nasional - Dibaca: 7853 kali


TENTANG HARI PERS NASIONAL

SURABAYA,INTELIJENPOST.COM Diperingati setiap tanggal 9 Februari sebagai hari pers nasional. Sebuah penyebutan yang salah kaprah dan mengerdilkan sejarah sebenarnya pers nasional. Kesalahkaprahan ini akibat masih berlakunya Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985. Keppres yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto pada 23 Januari 1985 itu menyebut Hari Pers Nasional diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 9 Februari yang merupakan hari ulang tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). PWI lahir pada 9 Februari 1946. Tapi pers nasional telah lahir sejak era melawan kolonial Belanda. 

Karena yang diperingati pada tanggal 9 Februari itu merupakan hari lahirnya Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ), sesuai Keppres yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto pada tanggal 23 Januari 1985, dan ini bukan Hari Pers Nasional ( HPN ) maka kami sebagai generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan kebangkitan pers nasional minta kepada Pemerintah dan Dewan Pers untuk segera merevisi Keppres No. 5 Tahun 1985 tersebut.

Sebab adanya pembuktian yakni, Kebangkitan Pers Nasional sudah berlangsung sejak ratusan tahun sebelumnya lahirnya PWI. Pada kurun 1774 hingga 1746 terbit koran "Bataviasche Nouvelles" di Jakarta. Selanjutnya, pada 1900, Abdul Rivai menerbitkan koran berbahasa Melayu, yakni Pewarta Wolanda. Dua tahun setelahnya, Abdul Rivai kembali menerbitkan koran berbahasa Melayu, yakni Bintang Hindia. Berikutnya koran Medan Prijaji yang diterbitkan oleh Tirto Adhi Surjo pada 1 Januari 1907.

Bahkan, kalau mau merujuk PWI sebagai organisasi wartawan pertama kali di Indonesia, hal tersebut juga tidak tepat. PWI bukan organisasi wartawan pertama di Indonesia. Di tahun 1914, Mas Marco Kartodikromo lebih dahulu mendirikan Inlandsche Journalisten Bond (IJB). Bahkan organisasi wartawan lainnya Sarekat Journalist Asia (1925), Perkumpulan Kaoem Journalist (1831), dan Persatoean Djoernalis Indonesia (1940) telah lahir lebih dulu sebelum PWI. 

Dengan demikian sangat tidak tepat menyebutkan hari lahir organisasi wartawan dijadikan tonggak sejarah Hari Pers Nasional. Sejarah pers Indonesia tidak dimulai dari lahirnya PWI pada 1946, kalau Pemerintah dan Dewan Pers masih tetap berlakukan Keppres No. 5 Tahun 1985, yang diperingati setiap tanggal 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional ( HPN ), berarti Pemerintah dan Dewan Pers menentang Era Reformasi mengenai kebebasan pers. 

Justru di saat rezim Orde Baru berkuasa selama 32 tahun, PWI menjadi bagian dari rezim yang mengekang kebebasan pers. PWI yang merestui dan menjadi bagian yang ikut membredel tiga media massa: Majalah Tempo, Majalah Editor, dan Tabloid Detik. ( IP - *** )

Berita Lainnya